Berita Terbaru

VIRAL! Dukungan untuk Balita Yaman Korban Pembantaian Saudi Banjiri Medsos

Minggu, 03 September 2017

ARRAHMAHNEWS.COM, SANA’A – Menurut PBB, 6000 anak di Yaman telah menjadi yatim karena serangan udara di mana bom curah serta rudal berbahaya yang dijatuhkan Saudi di langit Yaman, telah menyebabkan kematian keluarga anak-anak ini.

Bouthina adalah satu diantaranya.

Banyak anak Yaman dipaksa oleh Saudi beserta aliansinya untuk menghadapi takdir menjadi yatim dan hidup tanpa keluarga terdekat mereka. Anak-anak itu selain mengalami luka-luka fisik dan menerima perawatan medis di Rumah Sakit Al-Thoura serta banyak rumah sakit lain di Yaman, juga mengalami trauma psikologis berat yang mungkin akan menghantui seumur hidup.

Di sebuah desa di selatan Sana’a, ibu kota Yaman, seorang gadis 9 tahun bernama Alanoud tengah bermain seperti biasa di lingkungan dekat rumahnya saat dia mendengar suara serangan udara. Sesaat kemudian pemandangan mengerikan harus ia hadapi saat kembali dan menemukan bangunan rumah tinggalnya hancur dan runtuh menimpa para penghuni yang adalah keluarganya.

Dua tangan milik kakaknya dan kaki ibunya serta kepala yang diyakini sebagai kepala ayahnya adalah apa yang tersisa dari jasad seluruh anggota keluarganya!

Pada tanggal 25 Agustus 2017, terjadi bencana lain, tapi kali ini menimpa seorang balita bernama Bouthania, yang sedang tidur dengan mainan di pangkuannya. Dia terbangun dan mendapati dirinya dikelilingi oleh kematian keluarganya.

Balita tersebut saat ini hampir tidak bisa melihat dengan matanya yang bengkak. Apa yang terjadi? kenapa? dan untuk tujuan apa? pertanyaan pertanyaan itu mungkin bermunculan dibenaknya yang masih kerap terlihat bingung dengan perubahan tiba-tiba dalam kehidupannya itu.

Ia hanya tahu ada peristiwa menakutkan menimpanya hingga kini seluruh tubuhnya sakit, mata dan pipinya bengkak, sementara ayah, ibu serta saudara-saudaranya tidak ada bersamanya. Dengan mata bengkak, sulit baginya untuk menemukan keluarganya.

Jarak antara kematian dan kehidupan adalah satu-satunya yang menjauhkan Bouthania dari keluarganya. Dengan udara penuh bau anyir darah keluarga dan tetangganya, ia mendapati dirinya tidak mampu menangis, meski kenangan mengerikan itu masih mengikutinya, tapi mata dan pipinya yang bengkak itu tidak lagi bisa menangis.

Sekali lagi langkah tegas Badan-badan Internasional tak bisa menjangkau Arab Saudi dan sekutunya untuk segera mempertanggung-jawabkan perbuatan keji mereka. Meski Arab Saudi sendiri mengaku melakukan serangan itu dengan alasan salah informasi, PBB maupun badan Internasional lainnya tak mampu memberikan hukuman atau memaksa Arab Saudi menghentikan kebrutalan kerajaan di negara miskin yang terus jatuh dalam krisis kemanusiaan mematikan tersebut.

Krisis Yaman terabaikan, penderitaan Bouthania dan ribuan bocah Yaman lainnya belum cukup untuk menjadi alasan penghentian perang.

Karenanya para aktivis kemanusiaan berusaha menyuarakan dukungan kepada masyarakat Yaman melalui media sosial dengan kampanye untuk Bouthania. Dengan hastag  , , , , ⁩, dan banyak lainnya, mereka berharap untuk membuka mata dunia, dan mendesak PBB mengambil langkah nyata dalam menghentikan serangan Saudi ke Yaman.

Mereka juga mengecam media-media Barat dan media Arab pro-Saudi yang mengabaikan penderitaan Bouthania, sementara dulu begitu mengekspose Omran Dagnesh yang oleh media-media tersebut diklaim sebagai bocah korban perang di Suriah. (ARN)

About ArrahmahNews (11385 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: