News Ticker

Pejabat PBB: Saudi Harus Tanggung Seluruh Biaya Pemulihan Krisis Yaman

Selasa, 05 September 2017,

ARRAHMAHNEWS.COM, NEW YORK – Arab Saudi harus menanggung biaya untuk semua langkah yang diperlukan guna mengatasi wabah penyakit dan kelaparan meluas di Yaman yang terjadi akibat agresi kerajaan. Seorang pejabat tinggi PBB mngeluarkan pernyataan tegas ini pada hari Senin (04/09).

Pernyataan David Beasley, Direktur Eksekutif Program Pangan Dunia (WFP) ini adalah komentar sangat berterus terang bagi seorang pejabat tinggi PBB dalam mengkritik salah satu pihak dalam sebuah konflik.

Dalam seruannya kepada Arab Saudi untuk mengakhiri agresi koalisinya di Yaman, ia mengatakan bahwa koalisi pimpinan Saudi telah menghambat pemberian bantuan. “Hentikan perang atau danai krisis. Opsi ketiga adalah, lakukan keduanya,” katanya.

Baca: Yaman Hadapi Kelaparan Jika Pemboman dan Blokade Saudi Tidak Dihentikan

Arab Saudi telah memimpin kampanye menyerang Yaman sejak Maret 2015 untuk mengembalikan bekas pemerintah negara itu dan menghancurkan gerakan Houthi Ansarullah. Kampanye tersebut telah merusak infrastruktur negara secara serius. Sumber Yaman setempat telah menyatakan jumlah korban tewas dari perang Saudi lebih dari 12.000 orang, termasuk banyak wanita dan anak-anak.

Negara ini juga menghadapi krisis kesehatan, dengan lebih dari 2.000 orang meninggal karena kolera sejak April, lebih dari setengah juta orang terinfeksi, dan 600.000 lainnya diperkirakan akan terjangkit infeksi tahun ini.

Kelompok-kelompok bantuan juga mengecam Arab Saudi yang telah memblokir bantuan dan barang-barang yang dibutuhkan ke daerah-daerah yang paling membutuhkan.

Baca: Ahli PBB; Blokade Saudi Lumpuhkan Yaman dan Sebabkan Bencana Kemanusiaan

Arab Saudi dan sekutunya mengatakan bahwa mereka bertujuan untuk mencegah pengiriman senjata ke daerah Houthi, namun kelompok-kelompok bantuan mengatakan bahwa hambatan tersebut telah memperdalam penderitaan jutaan orang.

Al Jazeera melaporkan bahwa Badan-badan bantuan telah meminta akses lebih besar ke wilayah utara Yaman yang dilanda krisis, namun koalisi Saudi membatasi masuknya kapal-kapal yang menuju pelabuhan Hodeidah di Laut Merah, yang melaluinya sekitar 80 persen impor makanan Yaman didatangkan. (ARN)

About ArrahmahNews (12536 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: