News Ticker

Terancam Diusir, Pengungsi Tertua asal Afghanistan ini Terserang Stroke

Selasa, 05 September 2017,

ARRAHMAHNEWS.COM, STOCKHOLM – Penolakan Swedia atas permohonan suaka seorang nenek tua berusia 106 tahun asal Afghanistan yang telah dengan susah dibawa oleh anak laki-lakinya untuk mengungsi melalui perjalanan berbahaya ke negara Eropa tersebut pada tahun 2015, telah membuat nenek tua itu menderita stroke.

Baca: Arab Abaikan Pengungsi, Uni Eropa Sambut Karmanya

Menurut the Telegraph pada Senin (04/09), nenek yang bernama Bibihal Uzbeki tersebut kini mengalami sakit parah dan hampir tidak dapat berbicara setelah mengetahui ancaman deportasi terhadapnya. Keluarganya telah mengajukan banding atas penolakan tersebut.

Perjalanan mereka menjadi berita utama pada tahun 2015, saat mereka menjadi bagian dari arus besar masuknya pengungsi yang datang ke Eropa dari Suriah, Afghanistan, Irak dan negara-negara lain. Mereka menempuh perjalanan dengan berjalan kaki dan naik kereta melalui Balkan sebelum akhirnya sampai di Swedia. Dua tahun kemudian, Bibihal dan 11 anggota keluarganya tinggal di desa kecil Hova, di Swedia tengah.

Baca: Aktivis: Barat Bantu Israel Jajah Palestina

Surat penolakan suaka terhadapnya datang saat bulan Ramadhan kemarin. Keluarga itu tidak memberitahunya, namun kesedihan dari cucu perempuannya telah membuatnya curiga.

“Saudara perempuan saya menangis,” jelas Mohammed Uzbeki yang berusia 22 tahun. “Nenek saya bertanya, ‘Mengapa kamu menangis?'” Keluarga mengatakan bahwa segera setelah dia mengerti permintaannya ditolak, kesehatannya mulai memburuk dan dia mengalami stroke.


Bibihal Uzbeki (106) melarikan diri dari serangan Taliban ke Kunduz, Afghanistan pada tahun 2015. Dia pergi dengan keluarganya melalui Iran, Turki, Yunani dan Kroasia sebelum berakhir di Skaraborg, Swedia dimana dia mengajukan suaka.

Ketika perjalanan menjadi terlalu sulit bagi nenek yang sudah sangat tua itu, putra dan cucunya kemudian menggendongnya sebelum akhirnya seseorang baik hati memberi mereka kursi roda.

“Itu adalah perjalanan yang sulit bagi seluruh keluarga. Kami membawanya sampai kami tiba di Jerman, di sana seorang dokter akhirnya memberi kami kursi roda,” kata anaknya, Mohammad.

Menurut situs jurnalisme investigasi Swedia, Blankspot, permohonan suaka Bibihal Uzbeki ditolak pada bulan Juni dan dia telah diperintahkan untuk meninggalkan negara tersebut bersama dengan semua pengungsi Afghanistan lainnya yang ditolak. (ARN)

About ArrahmahNews (12566 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: