News Ticker

Analis: Semua Kebijakannya Kacau, Pemerintahan Trump Masuki Masa Kritis

Rabu, 06 September 2017,

ARRAHMAHNEWS.COM, WASHINGTON DC – Pemerintahan Presiden AS Donald Trump memasuki masa kritis setelah krisis musim panas yang tak berujung, meliputi peringkat persetujuan yang rendah, meningkatnya ketegangan dengan anggota parlemen dari Partai Republik, kebuntuan nuklir dengan Korea Utara dan beberapa penyelidikan mengenai apakah ajudan kampanye pemilihannya berkolusi dengan Rusia.

Baca: Protes Anti-Trump di Los Angeles Menggila, 150 Pengunjuk Rasa Ditangkap

Bulan lalu adalah bulan yang sulit bagi Trump dan bahkan Partai Republik mengakui skala tinggi tantangan yang harus dihadapi Trump pada bulan September.

Pada bulan Agustus, Trump mencapai titik terendah dalam wewenang kepresidenannya dan mencoreng kredibilitas serta kewibawaan moralnya sendiri terkait tanggapan terhadap demonstrasi supremasi kulit putih yang mematikan di Charlottesville, Virginia.

“Saya pikir ini penuh dengan bahaya, secara politis,” kata analis dan ahli strategi GOP, Matt Mackowiak. “Ini bukan tentang mendapatkan kemenangan, ini tentang bertahan dan memikirkan sisa musim gugur,” ujar Mackowiak menambahkan.

Menurut satu survei Fox News baru-baru ini, lebih dari setengah responden yakin Trump akan memecah-belah negaranya. Beberapa pejabat partai Republik menjauhkan diri dari Trump. Pemimpin Mayoritas Senat AS Mitch McConnell, seorang Republikan dari Kentucky, dilaporkan tidak pernah berbicara dengan Trump selama beberapa minggu.

Baca: Fenomena Trump Hanya Tipuan Belaka untuk Mengelabuhi Publik Amerika

Trump berencana mengakhiri sebuah program yang melindungi imigran anak-anak tak berdokumen yang dibawa ke AS. Dia mengancam untuk menghentikan NAFTA dan merobek kesepakatan perdagangan dengan Korea Selatan. Dia juga mengampuni mantan Sheriff Arizona Joe Arpaio, terlepas dari pengakuan pelanggarannya dalam kasus yang terkait dengan profil rasial.

Langkah-langkah oleh presiden tersebut telah memperdalam keterasingan antara Trump dan para pemimpin senior Republikan dengan cara yang bisa membuat lebih sulit baginya untuk menyampaikan beberapa item agenda utama, termasuk reformasi pajak.

Akhir bulan lalu, Trump menyalahkan kepemimpinan Partai Republiknya sendiri atas “kekacauan” legislatif karena menaikkan plafon utang AS.

Baca: Komentator Politik AS: Trump akan Bunuh Kita Semua

Pada bulan Juli, Trump mengalami pukulan yang memalukan karena sekelompok kecil anggota parlemen dari Partai Republik memberinya kekalahan legislatif yang menyengat dengan memberikan suara mereka untuk menentang reformasi kesehatan yang rencananya akan menggantikan Obamacare.

Trump juga terbebani oleh kekacauan di lingkaran dalam politiknya sendiri di Gedung Putih.

Retorikanya yang berapi-api tampaknya memperburuk situasi Korea Utara, dan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un menunjukkan bahwa dia tidak bisa diancam oleh presiden AS itu. (ARN/The Hill)

About ArrahmahNews (12487 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: