News Ticker

Rusia Tuntut OHCHR Jangan Manipulasi Fakta Korban Sipil Raqqa

Sabtu, 09 September 2017,

ARRAHMAHNEWS.COM, MOSKOW – Kementerian Luar Negeri Rusia pada hari Jumat (08/09)meminta Kantor Komisi Tinggi Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (OHCHR) untuk menahan diri dari “memanipulasi fakta ” sehubungan dengan situasi korban sipil di Raqqa.

Baca: Citra Satelit Memperlihatkan Kehancuran Total Kota Raqqah Karena Serangan Udara AS

Komentar tersebut muncul setelah OHCHR menerbitkan sebuah siaran pers pada 31 Agustus dengan fokus pada situasi di kota Raqqa di Suriah yang diduduki oleh kelompok teroris Daesh dan korban yang disebabkan oleh serangan udara anti-teror.

“Beberapa rincian siaran menarik perhatian Setelah informasi tentang serangan udara oleh koalisi pimpinan AS, siaran pers mencakup informasi yang tidak terkait dengan kegiatan koalisi tersebut, dengan fokus pada kegiatan Angkatan Udara Rusia di Suriah dan kemudian merinci korban sipil di Raqqa, sehingga menimbulkan kesan bahwa Angkatan Udara Rusia Berkaitan dengan kematian warga sipil. Sinisme dari ‘manipulasi fakta’ semacam itu lebih parah dari semua pernyataan OHCHR sebelumnya yang bermotif politik, ” demikian bunyi pernyataan tersebut sebagaimana dikutip Sputnik, Jum’at (08/09).

Kementerian tersebut berharap agar OHCHR lebih objektif dalam meliput fakta di masa depan dan akan lebih bertanggung jawab saat menyiapkan dokumen semacam itu.

Baca: AS Gunakan Bom Fosfor Putih di Raqqa, Dimana Kecaman Internasional?

Rusia memulai sebuah kampanye kontra-teror di Suriah pada tanggal 30 September 2015, menyusul permintaan dari Presiden Suriah Bashar Assad.

Raqqa telah dikendalikan oleh Daesh sejak 2013. Pada bulan Juni, Pasukan Demokratik Suriah yang dipimpin Kurdi (SDF), didukung oleh sebuah koalisi internasional yang dipimpin oleh Amerika Serikat, memulai sebuah operasi yang bertujuan untuk membebaskan kota tersebut. Pada saat bersamaan, kegiatan koalisi di Suriah tidak diizinkan oleh Dewan Keamanan PBB atau oleh Damaskus, dan telah menimbulkan korban ratusan warga sipil. (ARN)

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: