News Ticker

Saudi Habiskan Jutaan Dolar Bombardir Yaman, Tapi Bungkam Untuk Myanmar

Sabtu, 09 Seotember 2017,

ARRAHMAHNEWS.COM. RIYADH – Kantor berita Middle East Monitor pada hari Sabtu (09/09) memposting sebuah opini yang menggambarkan bagaimana ironisnya Kerajaan Saudi yang selama ini Mengaku sebagai penjaga dua tempat suci (Mekkah-Madinah) yang merupakan representasi umat Islam, namun disaat bersamaan menghabiskan jutaan dolar membombardir negara tetangganya Yaman yang juga merupakan umat Islam, dan diam seribu bahasa menyaksikan penindasan terhadap Muslim Rohingya di Myanmar padahal mereka yang tertindas adalah umat Islam.

Baca: Analis: Perang Yaman Blunder Terbesar Kerajaan Saudi Sepanjang Abad

Menurut opini tersebut, kerajaan Saudi terus berperilaku seperti semua rezim nakal melakukannya. Yaitu bertingkah seenaknya karena mengetahui bahwa Amerika dan pengaturan keamanan rahasia Israel ada dibelakangnya ,hingga memungkinkan keluarga kerajaan Saudi mempraktekkan kebijakan ngawur mereka.

Artikel tersebut mempertanyakan kebijakan Saudi bahwa di saat melempar jumroh yang merupakan simbol melempari setan pada puncak ziarah, si penjaga dua Masjid Suci justru menunjukkan diri dengan membombardir masyarakat sipil Yaman menggunakan bahan peledak tinggi.

Baca: Analis: Demi Dukungan AS, Arab Saudi Rela jadi Budak Israel

Hal Ironis sekaligus konyol yang juga dilakukan kerajaan adalah, tentang Blokade kerajaan itu dan sekutunya ke Qatar, dengan alasan Qatar memberikan bantuan terhadap perlawanan Palestina. Ini sungguh mengejutkan mengingat pengepungan dan pendudukan Israel yang terus berlangsung selama beberapa dekade terhadap Palestina.

Demikian juga, penindasan tanpa ampun terhadap Muslim Rohingya oleh pemerintah Myanmar, yang telah berlangsung sejak tahun 1980an, namun saat ini mencapai tingkat genosida. Hal ini juga rupanya seperti disembunyikan dan dilarang oleh Arab Saudi bagi para jamah haji untuk mempertimbangkannya. Sementara seluruh dunia menyaksikan liputan berita dari bekas negara Burma itu dengan ngeri.  Di Arab Saudi, apalagi di musim haji, isu Rohingya seperti hilang.

Baca: Ini Sumber Foto-foto Hoax Rohingya

Dewan Kerjasama Teluk (GCC), sebuah konglomerasi oligarki, yang dibentuk sebagai lembaga yang seolah-olah menjaga keamanan di kawasan, telah memperoleh status suci yang melampaui kesucian tempat-tempat suci di Mekkah, Madinah dan Yerusalem. Para pemimpin dalam GCC ini adalah Arab Saudi, UEA, Bahrain dan Kuwait. Semua dipimpin oleh orang-orang tidak terpilih yang menganggap Israel sebagai penjamin kebebasan mereka untuk menekan hak asasi manusia, dan karena itu tidak dapat mengeluarkan sedikitpun putusan untuk membela Palestina. Jika kebetulan mereka berhasil melakukan sesuatu, umumnya tidak lebih dari sekadar reaksi spontan, yang dalam pemikiran mereka masih aman karena Israel pasti tahu itu cuma gertak sambal dan mereka masih penjilat setia untuk Zionisme di kawasan tersebut.

Menghabiskan miliaran dolar untuk perangkat keras militer yang canggih dan memerangi muslim Yaman, namun tetap tidak tergerak dalam menghadapi pembersihan etnis Rohingya yang mengerikan, dan 70 tahun penjajahan Israel di Palestina? Ini sangat memalukan.

Baca: Muhammad Zazuli: Rohingya, Agenda Suriah Jilid II?

Jika ibadah haji tetap merupakan ritual kosong yang dirancang dan diberlakukan secara paksa oleh rezim Saudi, baik orang Yaman maupun Rohingya tidak akan pernah memiliki harapan bahwa jutaan peziarah dari seluruh dunia dapat dimobilisasi untuk membela hak-hak mereka.

Ibadah haji seharusnya menjadi kesempatan penyadaran dan doa para jamaah untuk berkonsentrasi pada semua orang yang tertindas, tidak peduli di manapun mereka berada, termasuk orang-orang Yaman dan Rohingya. Dan kesempatan itu terbuang sia-sia karena ulah Saudi. (ARN/MEM)

About ArrahmahNews (12487 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: