BreakingNews

Jokowi: APBD dan APBN Adalah Uang Rakyat, Hati-Hati Mengelolanya

Jumat, 15 September 2017

ARRAHMAHNEWS.COM, BANJARMASIN – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjawab pertanyaan wartawan terkait maraknya tindak korupsi di sela-sela kunjungan ke Pasar Baru, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Jumat (15/9). Jokowi memberikan tanggapan atas banyaknya pejabat, terutama Kepala Daerah, termasuk yang terakhir anggota DPRD dari Kalimantan Selatan (Kalsel) yang terkena Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Kalau ada bukti-bukti, ada fakta-fakta hukum, kemudian memang ada yang ketangkap, ya ditangkap,” kata Presiden Jokowi.

Baca: Janji Jokowi Terbukti, Bantuan Kemanusiaan Indonesia untuk Rohingya Telah Tiba di Bangladesh

Oleh karena itu, Presiden menegaskan, yang pertama, hati-hati dalam mengelola keuangan negara. “APBD dan APBN adalah uang rakyat,” ujar Presiden.

Yang kedua yang berkaitan dengan gratifikasi, Presiden Jokowi juga mengingatkan agar hati-hati. “Semuanya hati-hati,” tegasnya.

Baca: Jokowi dan Kisah Penjual Sate di Solo

Diketahui dalam dua hari terakhir, KPK telah melakukan OTT terhadap Bupati Batubara, Sumatra Utara, Arya Zulkarnain karena menerima gratifikasi. Dan kemarin, kembali KPK melakukan OTT terhadap Ketua DPRD Kalimantan Selatan, Iwan Rusmali, terkait dengan proses pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda).

Sebelumnya, KPK juga melakukan OTT terhadap Wali Kota Tegal, Siti Masitha, dan Bupati Pamekasan, Ahmad Syafii, semuanya terkait dengan gratifikasi dari pihak ketiga. (ARN)

Sumber: Setkab

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: