Korut Menguji Versi Baru Rudal Scud-B

Sabtu, 16 September 2017,

ARRAHMAHNEWS.COM, PYONGYANG – Selain program rudal balistik dan nuklir Korut yang sedang berkembang, pemimpin tertinggi Kim Jong-un telah menguji versi baru Scud-B, yang juga dikenal sebagai Hwasong-5, Business Insider melaporkan.

Baca: Intelijen: Rudal Korut Sanggup Hancurkan Sebagian Wilayah AS

Rudal balistik taktis tersebut telah dipakai di dinas militer Korea Utara sejak tahun 1985. Di antara rudal balistik Pyongyang yang terbang dua kali di atas Jepang dalam sebulan terakhir, dalam uji coba militer tersebut menembakkan tiga Scud-B tua tersebut, menurut laporan.

Juru bicara Komando Pasifik AS David Benham mencabut laporan pertama yang menyatakan bahwa setiap uji coba rudal jarak pendek telah gagal. “Sebagai update untuk rilis awal kami, yang pertama dan ketiga … tidak gagal,” kata Benham kepada Kantor Berita Yonhap. “Sebaliknya, rudal-rudal itu terbang sekitar 250 kilometer ke arah timur laut,” juru bicara menambahkan.

Scud-B yang ditingkatkan disebut KN-21 oleh pasukan Korea Utara, Yonhap melaporkan pada hari Kamis. Kim memiliki sekitar 900 rudal balistik jarak pendek termasuk rudal KN-21, dan yang lebih baru Scud-C dan Scud 2, tulis Yonhap.

Baca: Rudal Korut Capai Amerika, AS Siap Berunding

“Korea Utara telah memiliki program rudal balistik selama lebih dari 4 dekade … rudal jarak pendek dan menengah awalnya diproduksi untuk pertahanan dan pencegahan terhadap Amerika Serikat dan Korea Selatan, namun rudal tersebut tentu saja dapat digunakan secara ofensif,” tulis US Army War College.

Terlebih lagi, rudal balistik secara teoritis bisa dilengkapi dengan hulu ledak nuklir.

Tentara Rakyat Korea (KPA) menganut doktrin yang ditetapkan oleh Kim Il Sung, yang memerintah pada tahun 1948 sampai kematiannya pada tahun 1994, merupakan kakek Kim Jong-un. Doktrin tersebut menetapkan bahwa seluruh penduduk harus dipersenjatai, seluruh negara harus diperkuat, setiap anggota tentara harus dilatih untuk mengajarkan tempur kepada keturunan, persenjataan dan taktik negara tersebut harus mengikuti “Juche” dalam pertahanan nasional, sesuai dengan Laporan War College.

Baca: Xi Jinping: Bom Hidrogen Korut Bayangan Gelap yang Menyelimuti Dunia

Juche adalah sebuah ideologi Korea Utara yang berakar kuat yang memuji konsep “kemandirian dan kemandirian,” catatan War College. Korea Utara menguji rudal balistik lainnya pada hari Jumat pagi setelah keputusan Dewan Keamanan PBB untuk menjatuhkan sanksi baru kepada Pyongyang. (ARN)

About ArrahmahNews (12202 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: