Headline News

Emir Qatar Kecam Blokade Saudi Cs di Sidang Umum PBB

Rabu, 20 September 2017

ARRAHMAHNEWS.COM, NEW YORK – Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani mengatakan bahwa sekelompok negara Arab yang memberlakukan “blokade yang tidak adil” terhadap Qatar sedang berusaha untuk mengacaukan sebuah negara yang berdaulat.

Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), Mesir dan Bahrain memutuskan hubungan dengan Qatar dan memberlakukan blokade darat, udara dan laut melawannya, menuduh Doha mendukung “terorisme” meski Qatar telah berkali-kali membantah tuduhan tersebut.

“Saya berdiri di hadapan Anda sementara negara saya dan rakyat saya terkena blokade yang terus-menerus dan tidak adil yang diberlakukan sejak 5 Juni lalu oleh negara-negara tetangga,” kata Sheikh Tamim, berbicara dalam Majelis Umum PBB di New York pada hari Selasa (19/09) sebagaimana dikutip Al-Jazeera.

Sheikh Tamim menyebut bahwa apa yang dilakukan Saudi dan aliansinya sendiri adalah termasuk dalam definisi “terorisme”, karena langkah-langkah yang diambil negara-negara pemblokir itu adalah sebuah serangan terhadap sebuah negara berdaulat dan pelanggaran terhadap hak asasi manusia.

“Negara-negara yang melakukan blokade kepada negara Qatar telah mencampuri urusan dalam negeri di banyak negara, dan menuduh semua pihak yang menentang mereka di dalam dan di luar negeri dengan terorisme. Dengan melakukan hal tersebut, mereka menimbulkan kerusakan pada perang melawan teror,” kata emir.

“Kami menolak menyerah pada tekanan dan pengepungan,” tegasnya kemudian.

Sheikh Tamim juga kembali menyerukan dialog untuk mengakhiri krisis diplomatik terburuk di Teluk itu, dengan mengatakan bahwa negaranya terbuka untuk menyelesaikan perselisihan tersebut melalui perundingan tanpa prasyarat.

Ia mengatakan “sebuah dialog tanpa syarat yang didasarkan pada saling menghormati kedaulatan” diperlukan.

Pada masalah internasional, Sheikh Tamim meminta pemerintah Myanmar “untuk menghentikan kekerasan terhadap minoritas Rohingya” dan meminta warga Palestina untuk menyelesaikan “rekonsiliasi nasional mereka”.

Ia juga mengatakan bahwa Israel terus menghalangi perdamaian penuh dan abadi dengan menolak prakarsa perdamaian Arab tahun 2002 dan dengan melanjutkan kebijakan penyelesaiannya di wilayah-wilayah pendudukan. (ARN)

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: