Amerika

Pidato Pertama Trump di PBB Dipenuhi Pesan Konfrontasi

Rabu, 20 September 2017

ARRAHMAHNEWS.COM, NEW YORK – Presiden Trump membawa pesan konfrontasi khasnya ke Perserikatan Bangsa-Bangsa pada hari Selasa (19/09) kemarin, saat dia bersumpah untuk “menghancurkan Korea Utara” jika mengancam Amerika Serikat atau sekutunya dan mencela perjanjian nuklir dengan Iran sebagai “rasa malu” yang mungkin dia abaikan.

Boston Globe dalam laporannya menyebut pidato Trump yang pertama di Majelis Umum PBB, diawali dengan pernyataan bahwa “rezim-rezim nakal ” Korea Utara, Iran, dan Venezuela adalah ujian atas sistem internasional. Dengan gaya makian berapi-api khasnya seperti bersumpah untuk menghancurkan “pecundang teroris” dan memberi label pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, sebagai “Manusia Rocket,” Trump meninggalkan retorika sikap terkendali yang biasa digunakan oleh presiden Amerika di Perserikatan Bangsa-Bangsa.

“Jika banyak orang baik tidak menghadapi orang-orang jahat, maka kejahatan akan menang,” katanya dihadapan para presiden, perdana menteri, raja, dan diplomat dalam sidang umum yang sebagian besar memasang wajah kaku menyikapi pidatonya itu.

“Ketika orang-orang dan bangsa-bangsa yang baik hanya menjadi pengamat sejarah, kekuatan kehancuran hanya mengumpulkan kekuatan demi kekuatan,” menambahkan bahwa beberapa bagian dunia sedang “menuju ke neraka.”

Mengeluarkan ancamannya pada Korut, Trump mengatakan “Amerika Serikat memiliki kekuatan dan kesabaran yang kuat namun jika negara ini terpaksa mempertahankan diri dan sekutu-sekutunya, kami tidak punya pilihan lain kecuali menghancurkan total Korea Utara.”

Trump, yang menjadi pembicara kedua setelah Presiden Brazil Michel Temer, menyinggung tindakan Korea Utara yang diduga melakukan pembunuhan saudara kandung Kim Jong Un di bandara udara Malaysia dan juga dugaan penculikan gadis remaja Jepang untuk dijadikan tutor bahasa bagi mata-mata Korea Utara.

“Jika hal itu tidak cukup gila, sekarang ambisi Korea Utara yang tanpa lelah mengembangkan senjata nuklir dan rudal balistik mengancam seluruh dunia dengan korban yang tak bisa dibayangkan jumlahnya,” kata Trump, menyebut Kim Jong Un sebagai “manusia roket yang sedang dalam misi bunuh diri bagi dirinya dan rezimnya”.

“Mari kita lihat bagaimana mereka (PBB) bertindak. Sudah waktunya bagi Korea Utara untuk menyadari bahwa denuklirisasi adalah satu-satunya masa depannya yang bisa diterima,” kata Trump.

Tidak hanya itu, Trump juga menyinggung pemerintahan Venezuela di bawah pimpinan Nicolas Maduro. Dia menyebut Maduro telah menyebabkan penderitaan bagi rakyatnya sendiri dan mengkritik penerapan ideologi sosialisme di negara tersebut.

“Tidak dapat diterima sepenuhnya dan kita tidak boleh hanya diam dan berdiri, kita dan yang lainnya akan mencapai sebuah tujuan. Tujuannya adalah untuk membantu mereka mendapatkan kembali kebebasan dan memulihkan serta demokrasi mereka,” kata Trump. (ARN)

Comments
Arrahmahnews AKTUAL, TAJAM DAN TERPERCAYA

Facebook

Berlangganan ke Blog via Email

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 2.763 pelanggan lain

Pengunjung

  • 51.945.546 hit

Copyright © 2020 Arrahmahnews.com All Right Reserved.

To Top
%d blogger menyukai ini: