Eropa

Kecam Trump, Rusia Tegas Akan Pertahankan Kesepakatan Nuklir Iran

Kamis, 21 September 2017,

ARRAHMAHNEWS.COM, MOSKOW – Rusia mengecam sikap Presiden AS Donald Trump mengenai kesepakatan nuklir 2015 antara Iran dan enam kekuatan dunia. Menteri Luar Negeri Rusia dalam pernyataannya menegaskan bahwa Rusia akan mempertahankan kesepakatan penting tersebut karena telah benar-benar memperkuat keamanan regional dan internasional.

Baca: Sindiran Pedas Macron Kepada Trump Terkait Kesepakatan Nuklir Iran

Dalam pidato perdananya di Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa pada hari Selasa, Trump mengatakan bahwa kesepakatan tersebut, yang dikenal sebagai Rencana Aksi Komprehensif Bersama (Joint Comprehensive Plan of Action/JCPOA), “memalukan” bagi Washington.

“Ini sangat mengkhawatirkan,” kata Lavrov, yang negaranya juga merupakan penandatanganan kesepakatan selain AS, Inggris, Prancis, China dan Jerman. “Kami akan mempertahankan dokumen ini, konsensus ini, yang telah memberi banyak pertolongan kepada seluruh masyarakat internasional dan benar-benar memperkuat keamanan regional dan internasional.”

Lavrov mengeluarkan pernyataan itu ketika berbicara kepada para wartawan Rusia di Perserikatan Bangsa-bangsa di New York. Pernyataannya juga diterbitkan oleh kementerian luar negeri Rusia pada Rabu.

Baca: Analis: Sikap Plin-plan AS Soal Program Nuklir Iran Sejalan dengan Kepentingan Israel

Lavrov menggambarkan betapa mendalamnya perbedaan sikap Moskow dan Washington menyangkut serangkaian masalah. Ia menyatakan bahwa upaya apa pun untuk meningkatkan hubungan kedua negara, yang sudah rusak, harus menghadapi perjuangan berat.

Administrasi Trump telah dengan putus asa mencari dalih untuk memo atau melemahkan JCPOA, yang mulai berlaku pada bulan Januari 2016 dan membatasi program nuklir damai Iran dengan imbalan penghapusan sanksi terkait nuklir terhadap Republik Islam.

Sama seperti Rusia, sebelumnya, Presiden Prancis Emmanuel Macron saat pidatonya dalam Sidang Umum PBB di New York juga menunjukkan sikap bertentangan dengan Trump ketika berbicara membela kesepakatan nuklir multilateral 2015 dengan Iran, memperingatkan bahwa kegagalan untuk menghormati kesepakatan tersebut merupakan suatu tindakan “tidak bertanggung jawab”.

“Ini adalah kesepakatan yang bagus, sebuah kesepakatan yang penting untuk perdamaian,” kata Macron dalam pidato pertamanya di sidang Majelis Umum PBB ke-72 di New York pada hari Selasa (19/09).

Baca: Putin: Tidak ada Ancaman Nuklir Iran, Amerika Pembohong Besar

Lebih jauh berkomentar tentang kesepakatan yang dikenal sebagai Rencana Aksi Komprehensif Bersama (Joint Comprehensive Plan of Action/JCPOA) tersebut, Macron menggambarkan kesepakatan itu adalah “kesepakatan yang solid dan kuat,” menambahkan, “Untuk menolaknya sekarang tanpa mengusulkan hal lain akan menjadi kesalahan besar, dan tidak menghormatinya akan menjadi tindakan tidak bertanggung jawab.” (ARN)

Comments
Arrahmahnews AKTUAL, TAJAM DAN TERPERCAYA

Facebook

Berlangganan ke Blog via Email

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 2.762 pelanggan lain

Pengunjung

  • 51.943.372 hit

Copyright © 2020 Arrahmahnews.com All Right Reserved.

To Top
%d blogger menyukai ini: