News Ticker

Walikota London: Retorika Trump Sama Dengan ISIS

Senin, 25 September 2017

ARRAHMAHNEWS.COM, BRIGHTON – Walikota London, Sadiq Khan, mengecam Donald Trump karena telah berbicara dan memainkan permainan serta mengadopsi retorika yang sama dengan kelompok teror ISIS.

Berbicara di sebuah acara the Guardian Live pada konferensi partai Buruh di Brighton, walikota London itu mengatakan bahwa ia adalah termasuk orang yang enggan terlibat dalam permusuhan terus menerus dengan presiden AS tersebut.

Namun Khan menegaskan bahwa dia tersinggung atas seruan Trump untuk memberlakukan larangan terhadap Muslim dan klaim presiden itu yang mengatakan bahwa dia akan membuat pengecualian untuk politisi Partai Buruh itu.

“Pandangan saya adalah, pertama, ‘Saya bukanlah pengecualian’ dan kedua ‘Pikirkan tentang apa yang Anda katakan.’ Karena apa yang Anda katakan tidak berbeda dengan apa yang Daesh atau (kelompok teror) yang disebut ISIS katakan.

“Mereka mengatakan bahwa ada benturan peradaban, tidak mungkin menjadi seorang Muslim dan orang barat, dan Barat membenci kita. Dan Anda secara tidak sengaja memainkan permainan mereka, Anda membantu mereka. “

Berbicara kepada pemimpin redaksi Guardian, Katharine Viner, Khan memuji kontribusi Muslim Amerika terhadap negara tersebut, termasuk sebagai mahasiswa, seniman dan politisi.

Dia mengatakan bahwa larangan Trump terhadap para pelancong dari sejumlah negara berpenduduk mayoritas Muslim memberi “kesan yang salah” terhadap agama tersebut.

“Saya orang barat, tapi juga seorang Muslim yang sangat bangga (dengan agama saya). Ada beberapa orang yang ingin memecah belah komunitas kita – saya tidak akan membiarkan mereka, “kata Khan.

Presiden AS Donald Trump menyetujui penerapan larangan bepergian ke AS yang diperluas menjadi 8 negara. Larangan ini menggantikan larangan sebelumnya yang hanya terdiri dari 6 negara mayoritas Muslim.

“Saya harus bertindak untuk melindungi keamanan dan kepentingan AS dan warga negaranya,” kata Trump pada akhir pekan lalu, seperti dikutip dari Bloomberg, Senin (25/09).

Larangan baru ini berdampak pada perjalanan dari Iran, Libya, Suriah, Yaman, dan Somalia, yang juga tertera dalam larangan sebelumnya. AS juga akan menerapkan larangan bepergian dari Venezuela, Korea Utara, dan Chad.

Adapun Sudan tidak lagi masuk ke dalam daftar larangan. Departemen Keamanan Dalam Negeri AS akan memiliki kewenangan untuk menambah atau menghapus larangan bepergian dari negara-negara sepanjang ada perubahan kondisi.

Larangan baru tersebut akan berlaku efektif pada 18 Oktober 2017. “Departemen Luar Negeri akan berkoordinasi dengan lembaga-lembaga federal lainnya untuk mengimplementasikan pengukuran-pengukuran secara teratur,” ujar Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson dalam pernyataannya.

Plt Menteri Keamanan Dalam Negeri AS Elaine Duke telah mengirimkan rekomendasi kepada Trump terkait larangan masuk ke AS dan tambahan persyaratan visa. Asesmen mengenai risiko infiltrasi teroris juga telah dilakukan.

“Larangan yang diumumkan ini (bersifat) keras dan disusun dengan baik, dan telah dikirimkan pesan kepada pemerintah negara (di luar AS) bahwa mereka harus bekerja sama dengan kami untuk meningkatkan keamanan,” jelas Duke.

Larangan bepergian tersebut dipandang dapat meningkatkan ketegangan geopolitik di seluruh dunia. Pasalnya, Trump sendiri terlibat dalam panasnya retorika melawan pemerintahan Iran, Korea Utara, dan Venezuela. (ARN)

 

About ArrahmahNews (12552 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: