News Ticker

EKSLUSIF! Saudi Culik Balita Korban Kebrutalannya di Yaman untuk Jalankan Propaganda

Selasa, 26 September 2017,

ARRAHMAHNEWS.COM, RIYADH – Arab Saudi telah menculik bocah cilik yang merupakan satu-satunya korban selamat dari pemboman brutal yang dilancarkan kerajaan ke sebuah bangunan tempat tinggal di lingkungan Attan, di ibukota provinsi Yaman, Sana’a.

Baca: Pesan Bouthina untuk Raja Salman “Akan Kutemui Kau Dihadapan Allah saat Hari Pembalasan”

Sumber-sumber Arrahmahnews.com di Yaman menyatakan Bouthaina Mohammed Mansour Al-Rimi, balita Yaman itu diculik bersama dengan pamannya dan keluarga dari paman yang mengasuhnya, ke Riyadh, Arab Saudi, melalui sebuah penipuan.

Berita palsu yang diedarkan Arab Saudi konon menyatakan bahwa Bouthaina dibawa untuk mendapat “perawatan” di Pusat Bantuan Aksi dan Kemanusiaan Raja Salman. Kemudian selanjutnya foto-foto yang menunjukkan Bouthaina berada di sebelah bendera Arab Saudi dan tersenyumpun diedarkan.

Penelusuran Arrahmahnews.com dari beberapa sumber di Yaman menemukan bahwa semula beredar rumor yang menyebut bahwa Bouthaina diculik oleh pamannya sendiri untuk dibawa ke Arab Saudi guna menjalankan propaganda baru untuk membersihkan nama kerajaan yang telah mendapat banyak kecaman dari seluruh dunia itu dengan imbalan sejumlah besar kekayaan. Tetapi fakta lebih lanjut mengungkap bahwa ternyata paman Bouthaina beserta keluarganya justru turut menjadi korban penculikan Arab Saudi dan sekarang berada dalam tawanan kerajaan di Riyadh.

Pada hari Senin (25/09), paman Bouthaina mengunggah foto-foto ke media sosial, yang menyatakan bahwa ia, istri dan anaknya, bersama dengan Bouthaina telah dipaksa pergi ke Aden menuju istana Al Masheeq milik mantan presiden Yaman, Abd Rabbuh Mansour Hadi. Disana ia dipaksa untuk mau menjalankan propaganda yang memihak Arab Saudi, tapi ia menolak.

Baca: VIRAL! Dukungan untuk Balita Yaman Korban Pembantaian Saudi Banjiri Medsos

Di istana Al-Masheeq tersebut dompet, ponsel, tas istri dan semua kartu identitas mereka dirampas. Kemudian mereka semua dibawa paksa ke Arab Saudi dan kembali dipaksa menjalankan propaganda kerajaan untuk membersihkan nama Saudi setelah tudingan pembunuh anak kembali memanas pasca kampanye #EyesForBouthaina viral di media sosial.

Keluarga malang itu kemudian ditempatkan di sebuah hotel di Riyadh, tanpa kartu identitas dan uang, mereka tidak bisa berbuat apa-apa. Ali, Paman Bouthaina kemudian berhasil keluar dari hotel untuk mengambil fotonya secara sembunyi-sembunyi, dari sebuah jalanan di Riyadh, untuk menyampaikan pesan keberadaannya. Setelah beberapa upaya yang dilakukannya, ia berhasil meminjam ponsel dan mengupload foto-fotonya itu ke internet.

Baca: Para Ibu Yaman Saksikan Anak-Anaknya Meregang Nyawa Akibat Kelaparan; VIDEO

“Aku menolak semua godaan yang ditawarkan, semua uang, rumah mewah, mobil-mobil, harta kekayaan, dan memilih untuk pulang ke Sana’a sesegera mungkin. Tapi tak satupun yang mau mendengarkanku. Aku dibawa ke Istana Al Masheq (istana Hadi di Aden) lebih dari satu kali,” ungkap Ali dalam tulisan yang diunggah bersama dengan fotonya di sebuah pinggir jalan di Riyadh.

“Kemudian mereka membawa paksa istriku, anakku, dan aku bersama Bouthaina ke istana Al-Masheeq dan kemudian kami diculik dan dibawa ke Riyadh,” jelas Ali lebih lanjut, menginformasikan bahwa ia berhasil keluar dari hotel dan mengambil fotonya dari jalanan. (ARN)

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: