News Ticker

Panglima TNI Saat di FGD PKS Sebut Ada Keturunan PKI yang Kini Duduk di Parlemen

Rabu, 27 September 2017

ARRAHMAHNEWS.COM, JAKARTA – Dalam diskusi memperingati peristiwa G30S/PKI yang digelar F-PKS Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menjadi pembicara. Dia bicara banyak hal mulai dari Pancasila hingga keturunan PKI, bicara soal sifat bangsa yang patriotik. Dia lalu bicara soal masa lalu dan bagaimana bangsa Indonesia menyikapinya saat ini.

“Kalau kita lihat G30S/PKI, dendam yang luar biasa. Tapi begitu selesai, tidak,” ujar Gatot di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (27/9/2017).

Baca: Maaf Jenderal, PKI Zaman Sekarang Berjubah Khilafah!

Gatot mengatakan, bangsa Indonesia saat ini sudah cukup dewasa. Dia lalu memberi contoh ada keturunan PKI yang kini duduk di parlemen.

“Buktinya jelas, siapa yang berkubu ‘aku bangga sebagai anak PKI’. Orangnya ada di sini, ya kan? Masuk parlemen ya, diapa-apakan nggak sama umat muslim? Diapa-apakan nggak? Tidak,” tutur Gatot.

Baca: Isu PKI Akal-Akalan Partai Oposisi untuk Pilpres 2019

“Karena yang besar mengayomi yang kecil. Itu kan perorangan, kalau sudah ada kelompok, itu membahayakan, cegah,” imbuh Gatot.

Diketahui sebelumnya, eks Ketua MK Mahfud MD pernah berbicara hal serupa seperti Gatot. Mahfud mengatakan sudah saatnya bangsa Indonesia menatap ke depan dan tak mengungkit masa lalu, termasuk tragedi 1965. Mahfud melanjutkan sudah banyak keturunan anggota PKI yang bekerja kantoran, menjadi anggota DPR, ataupun menjadi PNS.

Baca: Isu PKI Digoreng Oposisi untuk Jatuhkan Jokowi

“Tidak ada gunanya juga, wong sekarang ini sudah rukun. Keturunan PKI sekarang sudah bisa kerja di kantor-kantor dan tidak diganggu-ganggu. Orang mau kerja nggak dilihat KTP-mu apa. Sekarang sudah bisa jadi (anggota) DPR, pegawai negeri, dan sebagainya. Ngapain mau ribut-ribut lagi,” kata Mahfud MD kepada wartawan di Yogyakarta, Senin (25/9) (ARN)

Sumber: CNNIndonesia

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: