Berita Terbaru

Tersangka Baru Kasus E-KTP yang Berperan Serahkan Uang ke Setya Novanto

Rabu, 27 September 2017

ARRAHMAHNEWS.COM, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Direktur Utama PT Quadra Solution Anang Sugiana Sudihardjo sebagai tersangka dalam kasus korupsi KTP elektronik (e-KTP). Wakil Ketua KPK Laode M Syarif mengatakan, penetapan tersangka baru ini berdasarkan sejumlah bukti dan fakta yang muncul di persidangan mantan dua pejabat Kementerian Dalam Negeri Irman dan Sugiharto serta pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong.

“Setelah mencermati fakta persidangan dalam kasus dugaan korupsi pengadaan e-KTP, antara lain Irman dan Sugiharto, dan Andi Agustinus yang masih berlangsung, KPK menemukan bukti permulaan yang cukup untuk menetapkan satu orang sebagai tersangka. KPK menetapkan saudara ASS (Anang Sugiana Sudihardjo), Dirut PT Quadra Solution,” ujar Laode dalam jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (27/9).

Anang diduga berperan dalam penyerahan uang untuk Ketua DPR Setya Novanto dan sejumlah anggota dewan lainnya.

Baca: Beredar Foto Setya Novanto Terbaring Sakit di RS Premier Jatinegara

“ASS diduga berperan dalam penyerahan uang kepada SN dan sejumlah anggota DPR melalui Andi Agustinus terkait dengan proyek e-KTP,” kata Laode.

Laode mengatakan, berdasarkan kesaksian Sugiharto, Anang diminta menyiapkan uang sebesar US$500 ribu dan Rp1 miliar untuk diserahan kepada politikus Partai Hanura, Miryam S Haryani.

“ASS juga diduga membantu penyediaan uang tambahan untuk bantuan hukum Ditjen Dukcapil sebesar Rp2 miliar dan kebutuhan lainnya terkait proses proyek KTP elektronik,” tuturnya.

Anang diduga bersama-sama Setnov, Andi Narogong, Irman, Sugiharto dan kawan-kawan menguntungkan diri sendiri, orang lain serta korporasi dalam proyek yang menelan anggaran hingga Rp5,9 triliun.

Baca: Babak Pertama KPK Versus Setnov Segera Dimulai di Praperadilan

“Indikasi peran dari ASS, bahwa dari fakta yang sudah didapatkan sekarang, bahwa ASS diduga melakukan bersama-sama dengan SN, Andi Agustinus, Irman, Sugiharto dan kawan-kawan,” kata Laode.

Perusahaan Anang merupakan salah satu anggota konsorsium yang menggarap proyek e-KTP, bersama Perum PNRI, PT Sucofindo (persero), PT LEN Industri (persero), dan PT Sandipala Arthaputra.

Anang disangkakan melanggar Pasal Pasal 2 ayat (1) subsider Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31/1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 Kitab Undang-undang Hukum Pidana. (ARN)

Sumber: CNNIndonesia

About ArrahmahNews (11753 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: