News Ticker

Suriah Desak PBB untuk Segera Akhiri Kejahatan Perang AS

Jum’at, 29 September 2017

ARRAHMAHNEWS.COM, DAMASKUS – Pemerintah Suriah kembali menulis surat kepada PBB, mendesak badan dunia tersebut untuk segera melakukan tindakan terhadap sebuah kampanye pengeboman yang dipimpin AS, yang membawa korban sipil dan menghancurkan infrastruktur negara tersebut.

Dalam dua surat yang ditujukan kepada ketua PBB dan ketua Dewan Keamanan, Kementerian Luar Negeri dan Ekspatriat Suriah telah mengecam serangan AS yang berulang kali dengan sengaja menarget warga sipil dan infrastruktur negara tersebut.

Surat-surat tersebut mengutip sebuah serangan udara mematikan AS di kota al-Suwar di provinsi Deir Ezzor pada hari Rabu dan serangan udara serupa di kota Markadah di barat laut provinsi Hasakah, yang menewaskan sejumlah warga sipil.

Kementerian tersebut menuduh AS terlibat dalam “kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan” di Suriah dengan dalih memerangi ISIS.

Damaskus juga menyesalkan bahwa beberapa negara, yang mengklaim menghormati hak asasi manusia dan hukum internasional, adalah anggota koalisi pimpinan AS, dan mendesak mereka untuk meninggalkan aliansi yang telah merusak reputasi mereka dan “menumpahkan banyak darah orang-orang Suriah atas nama mereka.”

Dalam surat-surat tersebut, Suriah menuntut sebuah tindakan cepat oleh Dewan Keamanan PBB untuk menghentikan “kejahatan biadab” dan “pelanggaran berat” hukum humaniter internasional oleh AS dan sekutu-sekutunya.

Gambar yang diambil pada tanggal 5 September 2017 menunjukkan asap mengepul dari sebuah bangunan setelah serangan udara AS di lingkungan barat di kota Raqqah di Suriah. (Foto oleh AFP)

AS dan sekutu-sekutunya telah mengebom Suriah sejak September 2014. Serangan tersebut telah mengakibatkan banyak korban sipil dan gagal memenuhi tujuan mereka dalam melawan terorisme.

Deir Ezzor akan direbut kembali dalam seminggu

Pada hari Kamis, pertempuran berkecamuk di Deir Ezzor, dimana seorang perwira militer Suriah mengatakan bahwa kota strategis akan direbut kembali dari ISIS dalam seminggu.

Teroris, katanya, menggunakan senjata berat, rompi peledak dan bom mobil untuk memperlambat kemajuan tentara, yang mendapat momentum dalam beberapa bulan terakhir.

“Kota Deir Ezzor akan dibebaskan paling lama dalam seminggu dan kami juga akan membebaskan beberapa daerah pinggiran kota,” ujarnya.

“Biaya pasti akan tinggi … Ini adalah medan pertempuran yang menantang. Dari daerah perkotaan yang padat sampai tepi sungai yang rimbun, bahkan parit,” katanya. [ARN]

About ArrahmahNews (12552 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: