Berita Terbaru

Ismail Haniyeh: Rekonsiliasi Fatah-Hamas untuk Akhiri Pendudukan Israel

Minggu, 01 Oktober 2017

ARRAHMAHNEWS.COM, JALUR GAZA – Hamas mengatakan upaya baru-baru ini untuk melanjutkan pembicaraan rekonsiliasi antara gerakan perlawanan Palestina dan partai pesaingnya, Fatah, dimaksudkan untuk mengakhiri pendudukan Israel atas Tepi Barat dan blokade di Jalur Gaza.

“Rekonsiliasi adalah sebuah kehendak dan sebuah keputusan, untuk mencegah Israel menelan Tepi Barat dan melanjutkan pengepungannya terhadap Jalur Gaza,” ungkap kepala Hamas Ismail Haniyeh dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan pada hari Sabtu (30/09).

Fatah dan Hamas telah berselisih sejak Hamas mendapat kemenangan telak dalam pemilihan parlemen Palestina pada tahun 2006. Hamas menguasai Jalur Gaza sementara Fatah telah mendirikan kantor di Tepi Barat.

Kedua faksi Palestina yang bersaing tersebut akhirnya menyetujui sebuah pemerintahan persatuan pada bulan April 2014, namun persetujuan tersebut hancur beberapa bulan kemudian.

Bulan lalu, Hamas mengumumkan bahwa mereka telah sepakat untuk membubarkan komite administratifnya di Gaza, mengundang Otoritas Palestina yang dipimpin oleh Presiden Mahmoud Abbas untuk kembali ke Gaza dan mengadakan pemilihan baru di Tepi Barat dan Jalur Gaza.

Pengumuman tersebut menyusul perundingan di Kairo antara para pemimpin Hamas dan pejabat Mesir.

Perdana Menteri Otoritas Palestina Rami Hamdallah akan mengunjungi Gaza pada hari Senin sebagai bagian dari upaya rekonsiliasi dengan Hamas.

Di tempat lain dalam pernyataannya, Haniyeh memuji keputusan “strategis” Hamas, dengan mengatakan bahwa hal itu “keluar dari kehendak nasional dan dengan dukungan kekuatan politik dan militer, serta keteguhan menghadapi blokade dan perang, sambil menjawab kehendak rakyat kami demi persatuan. “

“Kami memahami bahwa proses rekonsiliasi dari dalam-Palestina bisa berlangsung lama karena banyaknya rintangan di sepanjang jalan, dan fakta bahwa ada banyak masalah yang memerlukan keputusan berani, namun kami yakin bahwa kami telah mulai meruntuhkan dinding pemisah,” tambahnya.

Setelah Perang Enam Hari pada tahun 1967, Israel menduduki Tepi Barat, Yerusalem Timur al-Quds, Jalur Gaza dan sebagian Dataran Tinggi Golan. Israel kemudian mengundurkan diri dari Gaza namun memblokade daerah itu sejak 2007. (ARN)

About ArrahmahNews (11753 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: