NewsTicker

PBB Desak Spanyol Selidiki Kekerasan dalam Referendum Catalunya

Selasa, 03 September 2017,

ARRAHMAHNEWS.COM, JENEWA – Perserikatan Bangsa-Bangsa meminta pihak berwenang Spanyol untuk melakukan investigasi menyeluruh dan tidak memihak terhadap kekerasan yang dilakukan selama referendum kemerdekaan Catalonia.

Baca: Presiden Katalan: Catalunya Menangkan Hak Untuk Merdeka

Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia Zeid Ra’ad al-Hussein mengajukan permohonan itu dalam sebuah pernyataan pada hari Senin (02/10), menyuarakan kekhawatiran tentang kekerasan tersebut, di mana ratusan orang cedera setelah bentrokan dengan polisi di wilayah otonom Spanyol itu.

“Saya sangat terganggu oleh kekerasan di Catalunya pada hari Minggu … Saya mendesak pihak berwenang Spanyol untuk memastikan penyelidikan menyeluruh, independen dan tidak memihak terhadap semua tindakan kekerasan,” katanya, menekankan, “Tanggapan polisi harus selalu proporsional dan seperlunya.”

Kepala HAM PBB itu juga mendesak dialog yang bertujuan menyelesaikan masalah pemisahan diri tersebut, dengan mengatakan, “Saya sangat yakin bahwa situasi saat ini harus diselesaikan melalui dialog politik, dengan sepenuhnya menghormati kebebasan demokratis.”

Ucapan tersebut dibuat setelah pihak berwenang Catalan mengumumkan bahwa bentrokan pada hari pemungutan suara pada 1 Oktober telah menyebabkan sebanyak 844 orang cedera saat polisi berusaha menghentikan pemungutan suara.

Sebelumnya para pejabat layanan darurat Catalunya mengatakan 761 orang cedera setelah polisi berupaya untuk mencegah pelaksanaan referendum untuk kemerdekaan, Minggu (01/10).

Pemerintah pusat di Madrid sudah bertekad untuk menghentikan refrendum yang dinyatakan tidak sah berdasarkan Mahkamah Konstitusi Spanyol itu.

Aparat polisi berupaya mencegah warga untuk memberikan suara di lokasi-lokasi yang sudah disiapkan sebagai tempat pemungutan suara maupun menyita surat suara dan kotak suara.

Di sekitar Barcelona, ibu kota Provinsi Catalunya, polisi menggunakan pentungan dan menembakkan peluru karet untuk membubarkan unjuk rasa mendukung referendum. Setelah pemungutan suara ditutup oleh pemerintah Catalunya pada pukul 20.00 waktu setempat, Perdana Menteri Spanyol, Mariano Rajoy, mengatakan warga Spanyol telah ditipu untuk ikut serta dalam pemungutan suara yang melanggar hukum. (ARN)

1 Comment on PBB Desak Spanyol Selidiki Kekerasan dalam Referendum Catalunya

  1. Semarang // Okt 24, 2017 at 2:01 pm //

    PBB tai ! Badan dunia milik amerika israel dan arab saudi .. Dulu pak karno keluar dari pbb ternyata benar adanya .. Selidiki dulu itu kekerasan oleh usa arab dan israel di suriah , irak dan yaman sudah berlangsung 6 tahun

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: