News Ticker

Mantan Presiden Irak Jalal Talabani Meninggal di Jerman

Rabu, 04 Oktober 2017

ARRAHMAHNEWS.COM, BAGHDAD – Jalal Talabani, mantan presiden Irak dan politikus Kurdi, telah meninggal di Jerman dalam usia 84 tahun. Dia adalah presiden Irak dari tahun 2005 sampai 2014 dan seorang tokoh kunci di wilayah Kurdi di Irak, dimana minggu lalu telah melaksanakan referendum kemerdekaan yang kontroversial.

Baca: Irak Resmi Berlakukan Zona Larangan Terbang di Wilayah Kurdistan

“Pemimpin kami telah meninggal di Jerman,” kata seorang pejabat dari Serikat Patriotik Talabani Kurdistan (PUK) pada hari Selasa (03/10).

Seorang anggota keluarga mengatakan bahwa kesehatan Talabani memburuk dan dia dibawa ke Jerman, bersama dengan istri dan kedua anaknya, sebelum referendum.

Zana Said, seorang politikus Kurdi Irak, memberikan penghormatan kepada Talabani sebagai “satu-satunya presiden yang kematiannya membuat orang-orang Arab, Kurdi dan semua etnis lainnya bersedih.”

Talabani yang berusia 84 tahun itu merupakan negarawan Kurdistan terkemuka serta pendiri Persatuan Patriotik Kurdistan, yang merupakan salah satu dari dua partai berkuasa di wilayah otonomi Kurdi. Talabani merupakan pejuang hak-hak Kurdi dan demokrasi di Irak selama lebih dari 50 tahun. Selain bahasa Kurdi, Talabani juga fasih berbahasa Arab, Persia dan Inggris.

Baca: Komandan Pashmerga: Tidak Ada Kekuatan yang Dapat Mengambil Kirkuk dari Kurdi

Talabani dikenal sebagai pembawa perdamaian Irak. Ia memainkan peranan penting dalam penyatuan negara itu pada masa-masa setelah pasukan internasional pimpinan Amerika Serikat menyerang Irak.

Kondisi kesehatan serta lamanya ia tak muncul di publik menyebabkan pengaruhnya menurun. Talabani beristrikan Hero Ibrahim Ahmed, yang merupakan putri Ibrahim Ahmed.

Ibrahim Ahmed adalah seorang letnan di bawah pemimpin Kurdi Mullah Mustafa Barzani, yang merupakan ayah presiden wilayah Kurdi saat ini, Masoud Barzani. Putra bungsunya, Qubad, adalah wakil Perdana Menteri Pemerintah Wilayah Kurdistan di Erbil.

Baca: Erdogan: Ada Tangan Mossad Dibalik Referendum Kurdi

Talabani, sang pemimpin Kurdi, meninggal di tengah ketegangan tinggi yang berlangsung antara pemerintah Baghdad dan wilayah semiotonomi Kurdistan setelah wilayah Kurdi melangsungkan jajak pendapat kontroversial soal kemerdekaan Kurdistan dan wilayah-wilayah sengketa, termasuk Kirkuk. (ARN)

About ArrahmahNews (12552 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: