News Ticker

Ray Al-Youm: Kewalahan, Saudi Tak Punya Pilihan Kecuali Mundur dari Perang Yaman

Rabu, 04 Oktober 2017,

ARRAHMAHNEWS.COM, LONDON – Harian Arab terkemuka merujuk pada ucapan baru-baru ini oleh pejabat dan media Saudi, mengatakan bahwa Riyadh telah memutuskan untuk segera mundur dari perang di Yaman.

Surat kabar berbahasa Arab, al-Ray al-Youm, yang dikutip FNA pada Selasa (03/10) kemarin menggarisbawahi bahwa mengingat sekutu-sekutu Arab Saudi mulai mundur dari perang Yaman, Riyadh juga akan mengumumkan pengunduran diri secara bertahap dari serangan tersebut.

Baca: Presiden Saleh: Saudi Gagal Runtuhkan Semangat Revolusioner Bangsa Yaman

“Mereka yang telah membaca pernyataan-pernyataan para pejabat tinggi Saudi dan wartawan yang dekat dengan monarki, mengenai krisis di Yaman tentu memahami bahwa Riyadh telah mengakui bahwa perang di Yaman dalam bentuknya saat ini dan setelah 2,5 tahun operasi tidak berhasil mencapai tujuan dan sekarang mereka mencari alternatif selain perang, ” tulis surat kabar tersebut.

Menurut harian tersebut, salah satu alternatifnya adalah penyelesaian damai dari krisis dan jika tidak efisien, Arab Saudi dan UEA secara bertahap akan menarik diri dari perang dan akan membiarkan pihak-pihak di Yaman untuk bertarung satu sama lain.

Arab Saudi telah menyerang Yaman sejak Maret 2015 untuk mengembalikan kekuasaan kepada presiden buronan Mansour Hadi, sekutu dekat Riyadh. Agresi yang dipimpin Saudi sejauh ini telah membunuh setidaknya 15.000 orang Yaman, termasuk perempuan dan anak-anak.

Baca: GAME OVER! Perang Yaman Takdir Kehancuran Kerajaan Saudi

Meskipun Riyadh mengklaim bahwa pihaknya mengebom posisi pejuang Ansarullah, tapi pada kenyataannya Saudi justru menargetkan kawasan pemukiman dan infrastruktur sipil.

Menurut beberapa laporan, kampanye udara koalisi Saudi terhadap Yaman telah membawa negara miskin tersebut ke arah bencana kemanusiaan, karena kampanye mematikan Arab Saudi mencegah pasien bepergian ke luar negeri untuk perawatan dan memblokir masuknya obat ke negara yang dilanda perang tersebut.

Wabah kolera di Yaman yang dimulai pada bulan April, juga telah menewaskan 2.000 orang dan telah menginfeksi 700.000 lainnya. Negara tersebut telah menderita apa yang digambarkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebagai “epidemi terbesar di dunia” di tengah tak hentinya kampanye pengeboman yang dipimpin oleh Arab Saudi. Kampanye mematikan Riyadh juga mencegah pasien bepergian ke luar negeri untuk perawatan dan memblokir masuknya obat ke negara yang dilanda perang tersebut.

Baca: Tuhan Tampakkan Wajah Sadis Kerajaan Saudi di Yaman

Menurut laporan, epidemi kolera di Yaman, yang merupakan hasil perang dan embargo total Arab Saudi, adalah yang terbesar yang tercatat dalam sejarah modern. (ARN)

Iklan

2 Comments on Ray Al-Youm: Kewalahan, Saudi Tak Punya Pilihan Kecuali Mundur dari Perang Yaman

  1. Pada akhirnya umat Islam akan menjadi pasukan perang, satu pasukan di Syam, satu pasukan di Yaman, dan satu pasukan lagi di Iraq. Hendaklah kalian memilih Syam. Karena ia adalah negeri pilihan Allah. Allah kumpulkan di sana hamba-hamba pilihan-Nya. Jika tak bisa, hendaklah kalian memilih Yaman dan berilah minum (hewan kalian) dari kolam-kolam (di lembahnya). Karena Allah menjamin untukku negeri Syam serta penduduknya.” (HR. Abu Dawud, Imam Ahmad

  2. Kalau memilih syam kamu memilih hizbullah Dan Russia,kalau memilih yaman kamu memilih houthi kedua Dua nya takkan dipilih yang Di pilih adalah bandar bin sultan, syiah Alan dibunuh , Allah sahaja yang akan menyelamatkan mereka

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: