News Ticker

Suriah Desak DK PBB Hentikan Serangan Ilegal Koalisi AS di Negaranya

Rabu, 04 Oktober 2017,

ARRAHMAHNEWS.COM, DAMASKUS – Suriah meminta DK PBB untuk melakukan tugasnya dan menghentikan kejahatan koalisi pimpinan Amerika Serikat terhadap negara tersebut.

Baca: Dua Tahun Kampanye Udara Rusia Ubah Situasi Perang Suriah Secara Dramatis

Kementerian Luar Negeri Suriah, pada hari Rabu, mengirim dua surat kepada Sekjen PBB Antonio Guterres dan Ketua Dewan Keamanan PBB, mengkritik kesunyian masyarakat internasional terhadap kekejaman AS.

Surat tersebut kemudian mengecam negara-negara bagian dan organisasi-organisasi “yang tawar menawar dalam masalah kemanusiaan, namun mereka tetap diam dalam hal kejahatan koalisi pimpinan AS terhadap orang-orang Suriah.”

“Suriah mengecam keras kejahatan yang dilakukan oleh koalisi internasional dan kelompok teroris terhadap warga sipil Suriah, infrastruktur dan layanan serta fasilitas ekonomi yang menumpahkan darah ratusan dan menyebabkan kerusakan serta penghancuran yang sangat besar,” surat tersebut menambahkan.

Baca: Media: Pasukan Angkatan Darat Rusia Berpartisispasi Dalam Perang Suriah

Surat-surat tersebut juga menitik beratkan pada serangan udara AS yang telah membunuh sejumlah besar orang dan menghancurkan sejumlah besar infrastruktur sipil. Pada hari Minggu, setidaknya 12 warga sipil tewas dalam serangan udara terbaru AS di provinsi timur Suriah, Deir Ezzor.

Menurut kantor berita resmi Suriah, SANA, lima orang tewas saat jet-jet AS menargetkan daerah-daerah sipil yang terletak di Jalan al-Kitf, sekitar Masjid al-Shafiei dan bundaran al-Massriyeh di kota al-Bukamal.

Sedikitnya tujuh orang lainnya tewas dalam serangan di desa Buqrus Fouqani di daerah pedesaan provinsi tersebut. Pada hari Senin, setidaknya 45 orang tewas dalam serangan udara AS yang terbaru di Suriah.

Baca: Al-Jaafari: Barat Adalah Akar Penyebab Perang Suriah

“Suriah mengecam keras kejahatan yang dilakukan oleh koalisi internasional dan kelompok teroris terhadap warga sipil Suriah, infrastruktur dan layanan serta fasilitas ekonomi yang menumpahkan darah ratusan dan menyebabkan kerusakan yang besar,” tambah Kementerian. (ARN)

About ArrahmahNews (12552 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: