Berita Terbaru

Rusia: Seperti Teroris, AS Gunakan Pengungsi Sebagai Perisai Manusia

Sabtu, 07 Oktober 2017,

ARRAHMAHNEWS.COM, MOSKOW – Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan bahwa pengungsi yang tinggal di kamp gurun Rukban di Suriah tenggara digunakan oleh Amerika Serikat untuk melindungi pangkalan militernya di dekat kota al-Tanf.

Baca: PM Irak: ISIS, Terorisme, Perang Dagangan Amerika dan Zionis di Timur Tengah

“Kamp Rukban di dekat perbatasan Yordania adalah rumah bagi setidaknya 60.000 wanita dan anak-anak yang melarikan diri dari Raqqa dan Deir ez-Zor,” kata juru bicara Kementerian Pertahanan tersebut sebagaimana dikutip Sputnik,Sabtu (07/10). Ia menyalahkan militer AS karena menghentikan konvoi kemanusiaan Suriah, PBB dan Yordania untuk mencapai penghuni kamp yang terjebak.

“Pengungsi Rukban adalah sandera de facto, yang secara efektif merupakan ‘perisai manusia’ untuk pangkalan AS. Pikirkanlah, selain oleh orang Amerika, rintangan ‘perlindungan’ semacam itu digunakan di Suriah hanya oleh mereka yang datang ke sini untuk berperang, yaitu para teroris,” ujar Mayjen Igor Konashenkov dalam sebuah pernyataan.

Kementerian Pertahanan Rusia juga menambahkan bahwa pangkalan AS di daerah tenggara Suriah, al-Tanf, telah mengubah jalur perbatasan ini dengan Yordania menjadi lubang hitam yang menghasilkan gelombang pemberontakan teroris.

Baca: Aktifis; Rusia Bantai Teroris ISIS, Amerika dan Saudi Panik di Suriah

“Pentagon mengklaim bahwa pangkalan tersebut digunakan oleh instruktur AS, Inggris dan Norwegia untuk melatih militan FSA,” ungkap Konashenkov, menambahkan bahwa pos terdepan dilindungi oleh penerbangan taktis dan beberapa sistem peluncur roket HIMARS.

“Kenyataannya, al-Tanf telah berubah menjadi ‘lubang hitam 100 kilometer’ di perbatasan negara Suriah-Yordania. Dan, alih-alih FSA, daerah itu memuntahkan kelompok-kelompok afiliasi ISIS yang melancarkan operasi teroris subversif terhadap tentara Suriah dan warga sipil, “katanya.

Juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia juga mempertanyakan klaim Amerika Serikat bahwa basis di dekat al-Tanf di Suriah tenggara digunakan untuk serangan terhadap kelompok teror.

Baca: Putin Semprot Amerika, AS Jangan Bikin Ruwet Rusia saat “Hajar” ISIS di Suriah

“Pembentukan ilegal pangkalan militer AS di perbatasan Suriah-Jordania pada bulan April 2017 secara terbuka diklaim sebagai ‘kebutuhan untuk melakukan operasi kontra-ISIS.’ Tetapi kita tahu tidak ada operasi AS yang diluncurkan melawan ISIS dalam enam bulan terakhir keberadaannya,” Mayor Jenderal Igor Konashenkov menekankan.

Koalisi pimpinan AS mengatakan pada bulan Juni, pihaknya tidak akan meninggalkan garnisun al-Tanf sampai kelompok teror dikalahkan. Tapi Rabu lalu Konashenkov menyebut koalisi AS itu justru mendukung ISIS dalam kenyataanya. Pangkalan tersebut telah dua kali digunakan untuk menyerang pasukan Suriah yang sedang memerangi ISIS. (ARN)

About ArrahmahNews (11753 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: