News Ticker

Catalunya Tunda Deklarasi Kemerdekaan

Rabu, 11 Oktober 2017,

ARRAHMAHNEWS.COM, BARCELONA – Pemimpin Catalan Carles Puigdemont mengatakan bahwa menyusul hasil referendum kemerdekaan pada tanggal 1 Oktober, Catalonia telah memenangkan hak untuk menjadi negara merdeka.

Baca: PBB Desak Spanyol Selidiki Kekerasan dalam Referendum Catalunya

Namun, pada sidang luar biasa parlemen Catalan, Puigdemont menambahkan bahwa Catalunya mungkin menunda deklarasi kemerdekaannya untuk melakukan dialog konstruktif dengan Madrid.

“Catalonia telah memenangkan hak untuk menjadi negara merdeka,” katanya sebagaimana dikutip TASS, Selasa (10/10), menambahkan bahwa pada tahap sekarang pemerintah “mengusulkan parlemen untuk menunda deklarasi kemerdekaan” untuk memulai dialog dengan Madrid.

Pada tanggal 1 Oktober, Catalunya mengadakan referendum pemisahan diri dari Spanyol. Sebanyak 90% pemilih, atau sedikit lebih dari dua juta orang, mengatakan “ya” pada independensi Catalunya.

Plebisit itu diadakan dalam suasana tegang karena polisi nasional dan penjaga sipil berusaha menghentikan pemungutan suara, menyita kotak suara dan surat suara.

Para pakar politik mengaku khawatir jika Catalunya nekat mendeklarasikan kemerdekaan maka hal ini akan memaksa Pemerintah Spanyol untuk memilih opsi nuklir atau tindakan tegas lainnya untuk menghentikan pemisahan diri tersebut.

Baca: Presiden Katalan: Catalunya Menangkan Hak Untuk Merdeka

Pemerintah Spanyol mungkin saja memaksa mengambil kontrol administratif untuk mencabut kekuasaan yang kini dipegang para penguasa Catalunya. “Hal ini akan membuat krisis semakin buruk. Ini akan menciptakan perang saudara dan kasus pembangkangan sipil,” kata senior Kebijakan Politik di di Dewan Hubungan Luar Negeri Eropa, Josef Janning.

Sementara itu, Presiden Uni Eropa (UE), Donald Tusk juga telah meminta Puigdemont untuk menahan diri dan meminta Pemerintah Spanyol untuk mau berdiskusi.

“Keanekaragaman seharusnya tidak perlu menimbulkan konflik yang konsekuensinya jelas akan buruk bagi orang Catalunya, warga Spanyol dan seluruh Eropa. Oleh karena itu harus ada mediasi secara internasional,” tutur Tusk.

Baca: Spanyol Hentikan Sesi Khusus Parlemen Catalunya Mengenai Kemerdekaan

Sebagaimana diketahui, wilayah Catalunya memang memiliki bahasa serta budaya sendiri dan berbeda dengan sebagian besar wilayah Spanyol lainnya. (ARN)

About ArrahmahNews (12552 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: