News Ticker

Vampir Gentayangan, PBB Tarik Stafnya dari Malawi

Rabu, 11 Oktober 2017,

ARRAHMAHNEWS.COM, MULANJE – Presiden Malawi Peter Mutharika pada hari Selasa (10/10) berjanji melakukan penyelidikan menyeluruh setelah tujuh orang warga tewas terbunuh dalam aksi main hakim warga yang ketakutan terhadap rumor vampir. Ketakutan akan vampir ini bahkan telah mendorong staf PBB keluar dari wilayah yang terkena dampak.

Sejak pertengahan September, warga telah membantai tujuh orang yang dicurigai berusaha mendapatkan dan meminum darah manusia sebagai bagian dari ritual sihir.

Desas-desus vampir di wilayah selatan negara tersebut telah memaksa pihak berwenang untuk memberlakukan jam malam di malam hari, membatasi pergerakan hingga 10 jam mulai pukul 07:00 hingga pukul 17:00.

PBB menyatakan telah menarik staf-stafnya di dua distrik Malawi yang dilanda isu vampir itu. Seorang koresponden PBB di Malawi, Florence Rolle mengatakan ada beberapa staf PBB yang pindah. Sementara staf lainnya masih berada di sejumlah distrtik.

Meskipun serangan tersebut tidak menargetkan staf PBB, PBB menginstruksikan semua personilnya yang bekerja di daerah yang terkena dampak untuk sementara “pindah” ke ibukota komersial Blantyre, 90km jauhnya.

Keadaan tersebut disesalkan oleh Presiden Malawi Peter Mutharika. Ia mengatakan adanya laporan tersebut sungguh menyedihkan.

“Perkembangan kondisi ini sangat memprihatinkan Presiden dan seluruh pemerintah,” ujar Mutharika dalam pernyataannya.

Empat distrik di bagian selatan negara ini telah tersapu oleh desas-desus tentang manusia yang menghisap darah, tapi Mulanje, yang berbatasan dengan Mozambik, adalah pusat pembunuhan tersebut.

Tak hanya PBB, Kedubes AS di Malawi juga telah menarik sementara tim relawan Pasukan Perdamaian dari empat distrik yang berbatasan dengan Mulanje, Malawi bagian selatan.

Diketahui ada lebih dari 2.400 relawan Pasukan Perdamaian AS yang bertugas di Malawi sejak program itu dibentuk tahun 1963. Para relawan AS itu bertugas di sektor pendidikan, lingkungan dan kesehatan. Tidak diketahui pasti jumlah relawan yang ditarik sementara.

Kedubes AS merilis peringatan keamanan tertanggal 29 September 2017. Isinya selain soal penarikan tim relawan, juga soal imbauan agar para staf dan warga AS yang ada di Malawi untuk tidak mengunjungi area yang rawan aksi kekerasan karena rumor vampir.

“Aksi main hakim sendiri tengah berlangsung yang dipicu rumor beberapa orang berusaha mengisap darah dari warga setempat untuk praktik ritual,” demikian sebut Kedubes AS dalam pernyataannya soal penyebab larangan berkunjung ke wilayah tertentu di Malawi. (ARN)

About ArrahmahNews (15834 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

2 Comments on Vampir Gentayangan, PBB Tarik Stafnya dari Malawi

  1. bantaiwahabi // Okt 11, 2017 at 7:38 pm // Balas

    semoga si vampir sukses dapetin genk pbb.

  2. Netty Arni, SH - Notaris // Okt 12, 2017 at 5:25 pm // Balas

    Janganlah kejahatan dibiarkan berkembang karena akan tumbuh membesar/meluas bagaikan semak duri yg bisa menyakiti penduduknya, ……..

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: