Berita Terbaru

Data Sensitif Jet Tempur Canggih Australia Dicuri Hacker

Kamis, 12 Oktober 2017

ARRAHMAHNEWS.COM, CANBERRA – Informasi yang tidak terklasifikasi tapi “sensitif” mengenai jet tempur canggih Australia, telah dicuri dari kontraktor pemerintah.

Pejabat Australia mengatakan pada hari Kamis (12/10) bahwa sekitar 30 gigabyte data telah dicuri dalam serangan cyber, termasuk rincian pesawat tempur F-35 Joint Strike Fighter dan pesawat pengawas P-8 Poseidon.

“Untungnya, data yang diambil adalah data komersial, bukan data militer … bukan informasi rahasia,” ujar Menteri Industri Pertahanan Christopher Pyne kepada Radio Australia Broadcasting Corporation (ABC). “Saya tidak tahu siapa yang melakukannya.”

“Itu bisa menjadi salah satu dari sejumlah aktor yang berbeda,” tambah Pyne. “Bisa jadi aktor negara, atau aktor non-negara. Bisa jadi seseorang yang bekerja untuk perusahaan lain.”

Seperti yang dilaporkan oleh ZDNet, peretas ini menyusup ke sistem tersebut pada bulan Juli tahun lalu dan pihak berwenang baru diberitahu pada bulan November 2016.

Para pakar di badan intelijen Australia Signals Directorate (ASD) menamai peretas ini sebagai “Alf”, meniru tokoh Alf Stewart dari serial drama televisi Home and Away.

Petugas siber pemerintah mulai memperbaiki sistem ini pada bulan Desember dan menyebut periode sebelum perbaikan itu sebagai “Waktu bersenang-senang misterius bagi Alf”.

Seorang Manajer ASD Mitchell Clarke pada sebuah konferensi di Sydney hari Rabu menyebutkan “pembobolan data tersebut ekstensif dan ekstrem”.

“Sejumlah besar data dicuri dari mereka, dan sebagian besar data itu terkait dengan pertahanan,” katanya dalam konferensi Australian Information Security Association.

Data F-35 Joint Strike Fighter, pesawat pengintai P-8 Poseidon dan pesawat pengangkut C-130 berhasil dicuri beserta informasi mengenai “beberapa kapal perang Angkatan Laut Australia”.

“Sampai pada titik dimana kami menemukan satu dokumen … hal seperti diagram kabel salah satu kapal baru Angkatan Laut. Kita bisa memperbesar tampilan kursi kapten dan melihat jaraknya satu meter dari kursi navigator,” jelas Clarke dalam rekaman yang diberikan oleh penulis freelance Stilgherrian.

“Jadi, penyusupan yang sangat bagus dari pelaku dan sukses buat Alf karena berhasil mengambilnya,” katanya.
Penjahat siber itu memiliki akses ke “hampir setiap server” dan sedang membacai email-email dari chief engineer dan seorang insinyur.

Clarke menjelaskan perusahaan kedirgantaraan yang melakukan subkontrak ke Departemen Pertahanan itu “sangat kecil” dengan hanya satu orang yang mengelola fungsi TI-nya dengan sekitar 50 pegawai.

Dia mengatakan peretas mengeksploitasi kelemahan dalam perangkat lunak yang belum diperbarui selama 12 bulan. Namun bisa juga peretas itu menggunakan kombinasi username-password “admin admin” dan “guest guest” untuk mengakses portal website perusahaan.
Ketika ASD dan agen lainnya tiba di perusahaan tersebut, Clarke mengatakan: “Mereka tidak percaya siapa kami karena kami tidak memiliki mandat yang bisa kami tunjukkan ke mereka.”

“Kami hanya memberitahu mereka, kami dari Canberra, dari ASD dan CERT Australia dan kami ingin membahas suatu masalah dengan Anda,” katanya. (ARN)

 

About ArrahmahNews (11819 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: