News Ticker

Hamas-Fatah Sepakati Rekonsiliasi Palestina

Jum’at, 13 Oktober 2017

ARRAHMAHNEWS.COM, KAIRO – Pemerintah Mesir mengatakan faksi-faksi Palestina yang bersaing yaitu Hamas dan Fatah telah sepakat untuk menyerahkan kontrol administratif penuh atas Jalur Gaza yang terkepung ke Otoritas Palestina (PA) pada tanggal 1 Desember. Kedua belah pihak menandatangani sebuah kesepakatan rekonsiliasi bersejarah di ibukota Mesir, Kairo, untuk mengakhiri persaingan satu dekade mereka.

“Kedua gerakan tersebut sepakat pada hari Kamis (12/10) untuk “memungkinkan pemerintah persatuan nasional melaksanakan pekerjaannya dan bertanggung jawab penuh dalam menjalankan Jalur Gaza, seperti yang terjadi di Tepi Barat, pada tanggal 1 Desember 2017,” kata sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh Layanan Informasi Negara Mesir.

Sebelumnya pada hari itu, gerakan perlawanan Palestina yang berbasis di Gaza, Hamas, dan partai Fatah Palestina yang berbasis di Tepi Barat, yang dipimpin oleh Presiden Mahmoud Abbas, menandatangani sebuah kesepakatan rekonsiliasi.

Kesepakatan bersejarah tersebut, yang dideskripsikan oleh Abbas sebagai “kesepakatan akhir untuk mengakhiriperpecahan,” ditandatangani oleh wakil ketua baru Hamas, Salah al-Aruri, dan Azzam al-Ahmad, kepala delegasi Fatah untuk perundingan tersebut, setelah tiga hari negosiasi persatuan, yang dimulai pada hari Selasa.

Menurut kesepakatan tersebut, Fatah akan mencabut serangkaian sanksi hukuman yang diberlakukan terhadap Hamas awal tahun ini. Sebagai gantinya, Hamas akan bergabung dengan PA untuk membentuk sebuah pemerintahan persatuan, yang akan mengerahkan sepenuhnya kendali atas wilayah pesisir yang diblokade dari awal Desember.

Seorang anggota tim perunding yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada AFP bahwa kesepakatan tersebut juga mewajibkan sekitar 3.000 anggota kepolisian PA untuk dipekerjakan kembali ke Gaza. Pihak lain dalam pembicaraan tersebut, yang berbicara tanpa menyebut nama, mengatakan bahwa kesepakatan tersebut juga akan melihat kekuatan persatuan pemerintah mengendalikan perbatasan Gaza, termasuk Perbatasan Rafah, sebuah pintu gerbang penting menuju Mesir.

Beberapa rintangan serius bagaimanapun masih tersisa dalam kesepakatan tersebut, termasuk status sayap militer Hamas, yang dikenal sebagai Brigade Ezzedine al-Qassam, dan sekitar 25.000 pejuangnya, yang telah membela Gaza melawan tiga perang Israel yang mematikan selama dekade terakhir. Hamas telah mengatakan bahwa kekuatan tersebut tidak dapat dinegosiasikan. (ARN)

About ArrahmahNews (12571 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: