Nasional

Kerap Merasahkan, Cirebon Tolak Kedatangan Bachtiar Nasir

Sabtu, 14 Oktober 2017,

ARRAHMAHNEWS.COM, CIREBON – Bachtiar Nasir rencananya akan memberikan tausiyah dalam acara Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke 50 tingakat Kota Cirebon di alun-alun Keraton Kacirebonan pada Kamis 19 Oktober 2017 mendatang. Karena dinilai meresahkan masyarakat, PCNU Cirebon menolak Bahtiar Nasir sebagai pengisi tausiyah acara tersebut.

Baca: Reuters: Agenda Terselubung Bachtiar Nasir Sikat Etnis Cina

“Berdasarkan informasi yang kami terima, dan setelah melakukan cross check di lapangan, diinformasikan adanya kegiatan Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) yang tausiyahnya akan diisi oleh Bachtiar Nasir. Setelah mendapat masukan di berbagai pihak, bahwa tausiyahnya tidak menyejukkan, bahkan cenderung melukai perasaan sebagian warga Indonesia, menimbulkan keresahan di tengah-tengah masyarakat. Oleh karena itu, kami menolak keras kehadiran Bahtiar Nasir sebagai pengisi tausiyah,” demikian surat PCNU Cirebon yang ditujukan Kapolres Cirebon dengan nomor 303/B/PCNU-CRB/X/2017 tertanggal 13 oktober 2017.

Sikap penolakan PCNU Cirebon tersebut bukan berarti tanpa alasan. Justru jika Bachtiar Nasir tetap diizinkan hadir bisa memicu gerakan massa penolakan yang membuat situasi tidak kondusif.

Baca: Kupas Tuntas Hubungan Teroris dengan IHH dan IHR Milik Bachtiar Nasir

“Jika Bachtiar Nasir tetap diizinkan hadir dan menyampaikan tausiyah di acara MTQ, maka dikhawatirkan akan terjadi gerakan massa penolakan yang membuat situasi daerah tidak kondusif,” lanjutnya.

Oleh sebab itu, PCNU Cirebon meminta kepada Polres Cirebon Kota agar tidak memberikan izin terhadap rencana kehadiran Bachtiar Nasir. PCNU Cirebon juga menyarankan alangkah baiknya bila Polres Cirebon Kota memberikan masukan agar panitia mengganti penceramah dengan ulama yang menyejukkan.

Baca: Kelompok Radikal Mainkan ‘Teori Konpirasi CIA’ Untuk Jatuhkan Pemerintah

Surat penolakan tersebut ditandatangani oleh Rais Syuriah KH W Arwani Amin, Katib Syuriah KH Abdul Hadi, Ketua Tanfidziyah H Aziz Hakim dan Sektretaris Ujang Syaichu A. (ARN)

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: