Amerika

Hillary Clinton: Trump Bikin AS Terlihat ‘Bodoh’ di Hadapan Iran

Senin, 16 Oktober 2017

ARRAHMAHNEWS.COM, WASHINGTON – Mantan Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton mengatakan langkah Trump dalam melemahkan kesepakatan nuklir Iran, membuat Amerika terlihat “bodoh dan kecil.”

Trump meluncurkan strategi barunya melawan Teheran pada hari Jumat dengan menolak mengesahkan kesepakatan tersebut, yang dikenal sebagai Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA), antara Iran dan kelompok negara P5 + 1 – Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Rusia dan China ditambah Jerman.

BacaJaringan Bisnis Pedofilia Hillary Clinton.

Clinton mengatakan kepada Fareed Zakaria dalam sebuah wawancara CNN pada hari Minggu bahwa langkah tersebut memberi Iran keunggulan, karena tidak ada bukti yang menunjukkan ketidakpatuhan Teheran.

“Jika Iran mematuhi, yang semua buktinya ada, alih-alih berupaya mengisolasi Iran dalam setiap masalah, tiba-tiba kami memberi sorotan kepada Iran – sorotan pihak yang dirugikan,” akunya.

“Itu membuat kita terlihat bodoh dan kecil serta bermain di tangan Iran,” Clinton melanjutkan.

Di bawah JCPOA, Republik Islam Iran setuju untuk membatasi bagian-bagian tertentu dari program nuklirnya yang damai dengan imbalan penghapusan semua sanksi terkait nuklir oleh Washington dan sekutu-sekutunya di Uni Eropa (UE).

BacaFakta Saudi Budak AS, Raja Salman Sambut Strategi Trump Perangi Iran.

Dalam pidatonya pada hari Jumat, Trump menuduh Iran melakukan “beberapa pelanggaran terhadap kesepakatan tersebut,” sebuah klaim yang berulang kali dibantah oleh Badan Energi Atom Internasional (IAEA), Uni Eropa dan bahkan pejabat di pemerintahan AS sendiri.

Clinton mengatakan bahwa keputusan Trump adalah “kesalahan besar” dan merupakan bagian dari pola impulsif yang membuat Washington terlihat tidak dapat diandalkan.

“Pertama-tama, pada dasarnya keputusan Amerika tidak tepat,” katanya, dengan alasan bahwa membiarkan kesepakatan multinasional membuat AS sulit untuk menegosiasikan kesepakatan masa depan dengan negara lain.

Dalam sebuah wawancara terpisah yang disiarkan pada hari Sabtu, dia mengatakan kepada BBC bahwa alasan penalaran dari Partai Republik tidak jelas.

BacaAnalis: Israel Dibalik Keputusan Trump Terkait Kesepakatan Nuklir.

“Pada dasarnya karena alasan politik atau alasan pribadi, tidak jelas, terutama membuka pintu program nuklir Iran sekali lagi. Saya pikir itu sangat berbahaya,” kata Clinton.

“Tidak ada bukti bahwa program nuklir Iran telah menipu kesepakatan, dimana Inggris dan negara-negara lain masuk dengan Iran,” tambahnya. [ARN]

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: