NewsTicker

Mengapa Uni Eropa Perlu Menghentikan Penjualan Senjata ke Arab Saudi?

Selasa, 17 Oktober 2017,

ARRAHMAHNEWS.COM, UNI EROPA – Beberapa negara Uni Eropa telah memutuskan untuk menolak permintaan Arab Saudi mengenai senjata dan peralatan militer di tengah perang yang sedang berlangsung di Yaman.

Namun, untuk keberhasilan embargo senjata, semua negara Uni Eropa harus mentaatinya, yang berarti mereka harus mengakhiri industri militer dan memberlakukan embargo terhadap semua pengiriman peralatan militer dan senjata ke Arab Saudi. Jika tidak, negara-negara seperti Inggris, yang sejauh ini telah menjual hampir $ 5 miliar senjata ke Saudi di tahun ini saja, akan terus terlibat dalam kejahatan perang Riyadh di Yaman.

BacaRentetan Kejahatan Perang Saudi di Yaman, 15 Oktober 2017.

Negara-negara Uni Eropa termasuk Inggris memiliki kewajiban untuk menghentikan aliran senjata ke pasukan yang dipimpin Riyadh di Yaman. Hal ini sangat penting, karena Inggris, Spanyol, Prancis, Jerman dan Amerika Serikat mengakui terlibat dalam memberikan intelijen dan pelatihan kepada pilot yang terlibat dalam serangan udara terhadap sasaran sipil Yaman – yang melanggar embargo senjata PBB dan secara langsung melakukan pelanggaran terhadap Aturan Uni Eropa tentang ekspor senjata yang digunakan untuk tindakan genosida, kejahatan terhadap kemanusiaan, kejahatan perang, dan terorisme.

Negara-negara Uni Eropa tidak dapat mengabaikan panggilan untuk mengakhiri perdagangan mematikan, karena ratusan ribu orang di seluruh dunia menyerukan kepada Barat untuk menerapkan embargo senjata ke Riyadh, dan menghentikan Inggris dan AS yang bungkam ataa pembantaian Saudi atas nama “demokrasi” dan Perang Melawan Teror.

BacaRentetan Kejahatan Perang Saudi di Yaman, 12 Oktober 2017.

Sebuah laporan baru PBB mengecam Arab Saudi karena terlibat dalam pelanggaran hukum humaniter di negara yang dilanda perang tersebut. Dewan Hak Asasi Manusia PBB mengatakan bahwa pihaknya memiliki bukti terpercaya dari organisasi kemanusiaan termasuk kepala UNICEF di Yaman bahwa koalisi pimpinan Saudi terlibat dalam tindakan mengerikan yang melanggar hukum humaniter, termasuk membunuh anak-anak.

Menurut para ahli dari Physicians for Human Rights, Doctors Without Borders, dan Open Society Foundation, meningkatnya jumlah pemboman tanpa pandang bulu di Yaman oleh koalisi yang dipimpin Saudi dan didukung AS sangat merugikan petugas medis yang melayani organisasi kemanusiaan. Serangan ke sekolah, rumah sakit, dan bahkan pesta pernikahan dan mencegah perawatan medis kepada mereka yang membutuhkan – yang sebagian besar terkepung.

BacaRentetan Kejahatan Perang Saudi di Yaman, 11 Oktober 2017.

Berdasarkan hukum internasional, tidak sah bagi koalisi pimpinan-Saudi menggunakan senjata tanpa pandang bulu di wilayah sipil atau memberlakukan blokade ilegal untuk menghalangi penyampaian pasokan dasar dan menyelamatkan jiwa ke daerah-daerah sipil. Ini melanggar prinsip utama dari hukum perang, yaitu bahwa setiap serangan harus proporsional.

Sebelum semua ini tidak terkendali, Uni Eropa dan Dewan Keamanan PBB harus mengutuk pelanggaran dan kekejaman yang dipimpin oleh Saudi dengan syarat yang paling kuat. Memberikan lebih banyak senjata kepada Arab Saudi dan membiarkan mereka melanjutkan perang ilegal ke negara paling miskin di Timur Tengah hanya akan membuat situasi semakin buruk.

BacaRentetan Kejahatan Perang Saudi di Yaman, 10 Oktober 2017.

Uni Eropa dan Dewan Keamanan PBB memiliki kekuatan untuk membawa kejahatan perang Saudi ke Pengadilan Pidana Internasional di Den Haag. Mereka harus bertanggung jawab dan berhenti terlibat dengan kejahatan perang Saudi. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: