News Ticker

5 Gubernur Partai Oposisi Venezuela Tolak Dilantik Majelis Konstituante

Kamis, 19 Oktober 2017

ARRAHMAHNEWS.COM, CARACAS – Koalisi partai-partai oposisi Venezuela mengatakan bahwa gubernur yang baru terpilih akan menolak untuk dilantik dihadapan Sidang Majelis Konstituante pro-pemerintah.

Pada 30 Juli, Venezuela mengadakan pemungutan suara untuk memilih sebuah institusi baru yang disebut Majelis Konstituante, menggantikan Majelis Nasional yang dipimpin oposisi. Badan baru tersebut memberi Presiden Nicolas Maduro kekuatan untuk menulis ulang konstitusi.

Maduro telah meminta semua gubernur, termasuk lima anggota baru oposisi, untuk bersumpah setia kepada Majelis Konstituante. Pihak Oposisi, bagaimanapun, menolak untuk mengakui badan tersebut.

Oposisi parlemen Uni Demokratik Meja Bundar(MUD) mengatakan pada hari Rabu (19/10) bahwa pihaknya tidak akan membiarkan lima gubernurnya menjadi sasaran “pemerasan Majelis Konstituante yang curang”.

“Kami hanya akan dilantik di hadapan Tuhan dan dewan legislatif masing-masing dan bukan di hadapan Majelis Konstituante yang tidak benar,” kata MUD dalam sebuah pernyataan sesaat sebelum sebuah upacara sumpah di istana parlemen.

Belum jelas dini hari Rabu kemarin, apakah penolakan tersebut berarti gubernur dikeluarkan dari jabatannya karena Maduro mengancam akan memberhentikan mereka.

Namun, spesialis konstitusional Jose Vincent Haro mengatakan gubernur tidak berkewajiban untuk bersumpah di hadapan majelis. “Menurut konstitusi, masing-masing negara harus dilantik dihadapan dewan legislatif negara bagian mereka masing masing.”

KPU Venezuela mengumumkan bahwa Partai Sosialis Maduro menang telak dalam pemilihan daerah 15 Oktober. (ARN)

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: