NewsTicker

Pertemuan SBY-Jokowi Bikin Prabowo Khawatir

Sabtu, 28 Oktober 2017,

JAKARTA, ARRAHMAHNEWS.COM – SBY dan Presiden Jokowi diberitakan bertemu di Istana Merdeka kemarin siang. Boleh dibilang sebuah pertemuan mendadak karena tidak ada jadwal pertemuan di antara mereka sebelumnya.

Baca: SBY Hadiri Upacara Kemerdekaan di Istana Untuk Pertama Kalinya di Era Jokowi

Hanya sekitar satu jam saja pertemuan SBY dan Presiden Jokowi kemarin, dan yang dibahas terkait Peraturan Presiden nomor 2 tahun 2017 tentang Organisasi Masyarakat (Ormas) yang baru saja disahkan DPR menjadi Undang Undang.

Bukan masalah waktu pertemuan yang hanya satu jam saja dan apa yang dibahas oleh mereka, tapi sepertinya SBY dan Presiden Jokowi terlihat semakin akrab saja.

Memang ada sedikit curhat atau semacam itu dari SBY sehari sebelum pertemuan tadi. Ia mengeluhkan Partai Demokrat dibully karena menerima Perppu Ormas menjadi UU, bukannya seperti PAN, PKS dan Gerindra.

Baca: Denny Siregar: Cara “Perang” Politik Cerdik dan Cantik Jokowi

“Kenapa tidak dikritik atau diserang enam partai yang nyata-nyata menerima apa adanya. Tidak seperti Demokrat kita menerima dengan catatan asal pemerintah melakukan revisi,” ujarnya.

SBY mengeluhkannya di media sosial. Sudah biasa, dari dulu juga sudah begitu, atau bukan sesuatu yang aneh dan baru. Tapi keakraban antara SBY dan Presiden Jokowi atau terkesan mudahnya SBY berdiskusi dengan orang nomor satu di negeri ini boleh dibilang sesuatu yang baru.

Maka dari itu, tidak bisa disalahkan jika banyak pihak yang memperkirakan SBY dan Partai Demokrat akan mendukung frasa “Jokowi Dua Periode” yang sudah lama cetar membahana itu. Wajarkah Prabowo yang berambisi ingin menjadi presiden merasa khawatir? Wajar saja, karena ambisinya tadi bisa gagal maning.

Baca: Upaya CIA untuk Melemahkan Jokowi (Part 1)

Baca: Upaya CIA untuk Melemahkan Jokowi (Part 2)

Tapi kalau Prabowo tidak khawatir melihat SBY makin akrab saja dengan Presiden Jokowi, juga wajar dan biasa saja. Mungkin ia sudah memiliki strategi dan taktik yang jitu seandainya benar SBY dan Partai Demokrat terbukti mendukung “Jokowi Dua Periode” yang sudah cetar membahana tadi.

Apakah masih wajar juga apabila Fadli Zon bikin puisi lagi dan kali ini puisinya tentang keakraban antara SBY dan Presiden Jokowi?. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: