News Ticker

AS Tahan Bocah 10 Tahun Tepat Setelah Jalani Operasi Otak

Selasa, 31 Oktober 2017,

TEXAS, ARRAHMAHNEWS.COM – Seorang gadis berusia 10 tahun yang datang secara ilegal terpaksa dibawa ibunya ke AS demi mendapat pengobatan untuk penyakit cerebral palsy yang diderita, telah ditahan pemerintah setempat tepat setelah operasi, untuk dideportasi ke Meksiko.

Baca: Polisi Amerika Tembak Mati Bocah Berusia 6 Tahun

Pejabat imigrasi AS mengikuti Rosa Maria Hernandez ke sebuah rumah sakit di negara bagian Texas, AS pekan lalu, hanya untuk menahannya setelah operasi tersebut. Serikat pembela HAM AS, Serikat Kebebasan Sipil Amerika (ACLU), mengirimkan sejumlah surat kecaman dan tuntutan kepada beberapa lembaga pemerintahan yang mengurusi pengungsi anak pada hari Senin, memberi pemerintah waktu sampai Selasa untuk melepaskan Rosa Maria dan mengembalikannya kepada ibunya di kota Laredo, dekat perbatasan Meksiko.

“Secara paksa memisahkan Rosa Maria dari keluarganya menimbulkan luka emosional dan psikologis yang serius terhadap bocah itu dan seluruh keluarganya,” ujar ACLU dalam suratnya.

Jika Rosa Maria tidak juga dibebaskan hingga batas waktu berakhir, maka ACLU akan mengajukan ‘gugatan hukum segera’.

Rosa Maria menderita cerebral palsy, penyakit pada otak yang berdampak pada gerakan tubuh dan otot. Sang ibunda membawa Rosa Maria ke AS secara ilegal dari Meksiko, ketika masih berusia 3 bulan untuk mendapat perawatan medis yang lebih baik.

Pekan lalu, Rosa Maria dibawa dengan ambulans ke sebuah rumah sakit di dekat Texas untuk menjalani operasi. Dia ditemani oleh seorang kerabat keluarganya yang berstatus warga negara AS.

Baca: Berpenampilan “Seperti” Muslim, Bocah 12 Tahun di AS Ditahan Polisi Tanpa Bukti

Menurut ACLU dan laporan media setempat, sejumlah agen dari Departemen Imigrasi AS mencegat mereka di pos pemeriksaan dan mengikuti mereka hingga ke rumah sakit. Agen-agen imigrasi itu memantau perawatan medis yang yang diberikan kepada bocah itu dan langsung membawanya untuk ditahan, segera setelah dokter membolehkannya pulang.

Penahanan Rosa Maria ini memicu kemarahan, dengan beberapa pihak mempertanyakan prioritas pemerintahan Presiden AS Donald Trump yang memperketat operasi terhadap imigran ilegal di AS. Seorang anggota parlemen AS dari Texas, Joaquin Castro, mengecam keras penahanan bocah yang menderita Cerebral Palsy itu.

Baca: Rekaman Video Buktikan 5 Helikopter AS Mendarat di Wilayah ISIS

“Seorang anak kecil yang baru saja menjalani operasi bukanlah ancaman,” tegas Castro yang merupakan politikus Demokrat ini.

Para pendukung Rosa Maria menggalang dana dan sejauh ini telah mencapai US$ 26 ribu melalui GoFundMe, untuk membantu biaya hukum bocah itu. Belum ada komentar dari Departemen Perlindungan Perbatasan dan Bea Cukai AS terkait hal ini. (ARN)

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: