News Ticker

Putranya Sekarat, Israel Hanya Beri Tahanan Palestina Waktu 10 Menit Menengoknya

Rabu, 01 November 2017

YERUSSALEM, ARRAHMAHNEWS.COM – Seorang tahanan politik Palestina hanya diberi waktu “10 menit” saja untuk mengunjungi putranya yang berada dalam kondisi sekarat.

Keharuan yang tak sanggup dibendung terjadi saat Rajab Tahhan, yang dikenai hukuman seumur hidup oleh Israel akhirnya bisa mengunjungi putranya, Majd, yang menderita leukemia, pada hari Senin pagi (30/10) kemarin di rumah sakit Hadassah di Yerusalem.

Keluarga Tahhan mengatakan bahwa pengadilan Israel memberi syarat-syarat sangat berat meski Tahhan hanya ingin melihat kondisi anaknya yang sedang dalam kondisi sekarat.

“Mereka mengatakan bahwa tidak ada orang yang diizinkan berada di ruangan yang sama dengan Majd saat ayahnya masuk,” kata Bassem Tahhan, paman anak itu kepada Al Jazeera, Selasa (31/10), menambahkan, “Ini sangat sulit karena Majd tidak bisa ditinggal sendirian sedetik pun. Dia harus dijaga 24 jam sehari karena kondisinya.”

Cerita Rajab Tahhan ini menarik perhatian media saat kesehatan anaknya mulai memburuk awal bulan ini.

Selama hidup, hingga usia 19 tahunnya ini, Majd hanya sempat menghabiskan waktu selama dua tahun delapan bulan dengan ayahnya, yang telah berulang kali dipenjara oleh Israel.

Moment mengharukan terjadi saat pertemuan dimana sang ayah, Rajab Tahhan, tak lagi bisa mengenali anaknya yang secara fisik berubah drastis akibat leukimia yang dideritanya.

“Ia sungguh terkejut melihat anaknya seperti itu. Ia terus bertanya pada Majd siapa kakek, paman, dan anggota keluarganya yang lain untuk memastikan bahwa itu dia,” kata Bassem.

Lebih haru lagi, setelah kunjungan selesai, Majd tak bisa menyembunyikan kebahagiannya dan berteriak lirih, “Aku melihat ayahku! Aku melihat ayahku! (ARN)

 

Iklan

1 Trackback / Pingback

  1. John Kerry: Israel Tak Ingin Damai dengan Palestina – ArrahmahNews

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: