News Ticker

MK Spanyol Nyatakan Referendum Kemerdekaan Catalunya Inkonstitusional

Sabtu, 04 November 2017

MADRID, ARRAHMAHNEWS.COM – Mahkamah Konstitusi Spanyol telah mengumumkan bahwa dekrit referendum kemerdekaan, yang ditandatangani oleh mantan pemerintah Catalan, tidak konstitusional.

Dalam pernyataannya, MK Spanyol menyebut bahwa pihaknya telah mengeluarkan sebuah keputusan yang menyatakan bahwa “dekrit referendum kemerdekaan 6 September” tidak memiliki kekuatan hukum dan bersifat inkonstitusional. Selain itu, Pengadilan membuat keputusan serupa mengenai “peraturan tambahan bagi penyelenggaraan referendum kemerdekaan.”

Baca: Pengadilan Spanyol Layangkan Surat Panggilan untuk Carles Puigdemont

“Komunitas otonom Catalunya tidak memiliki kekuatan untuk menyeru dan mengadakan plebisit,” bunyi perintah tersebut.

Pada tanggal 6 September, pemerintah Catalan menandatangani sebuah keputusan untuk mengadakan referendum mengenai kemerdekaan. Pada tanggal 1 Oktober, sebuah referendum untuk memisahkan diri dari Spanyol berlangsung di wilayah tersebut. Sebanyak 90,18% pemilih, atau lebih dari dua juta orang, mengatakan “ya” terhadap kemerdekaan Catalonia. Madrid mengatakan referendum itu ilegal dan menolak untuk mengakui hasilnya.

Baca: Spanyol Hentikan Sesi Khusus Parlemen Catalunya Mengenai Kemerdekaan

Pada tanggal 27 Oktober, parlemen Catalan mengeluarkan sebuah resolusi yang mendeklarasikan republik independen Spanyol. Senat Spanyol, pada gilirannya, menyetujui permintaan pemerintah untuk mengaktifkan Pasal 155 Konstitusi negara tersebut, yang memungkinkan Madrid untuk menangguhkan otonomi Catalonia.

Setelah itu, Perdana Menteri Spanyol Mariano Rajoy mengumumkan pembubaran parlemen Catalan dan menolak Presiden Pemerintah Catalunya Carles Puigdemont, serta anggota kabinetnya. Madrid juga menyeru diadakannya pemilihan daerah untuk 21 Desember mendatang. (ARN)

 

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: