Headline News

Rusia: Penyelidikan Serangan Khan Sheikhoun Belum Tuntas

Sabtu, 04 November 2017

MOSKOW, ARRAHMAHNEWS.COM – Moskow tidak bisa menganggap penyelidikan atas serangan senjata kimia di Khan Shaykhun, yang dilakukan oleh para ahli dari PBB dan Organisasi untuk Larangan Senjata Kimia (OPCW), telah selesai. Direktur Departemen Pengawasan Non-Poliferasi dan Persenjataan di Kementerian Luar Negeri Rusia, Mikhail Ulyanov, mengatakan hal ini kepada TASS pada hari Jumat (03/11).

Dalam mengomentari rancangan resolusi Rusia mengenai mandat Mekanisme Investigasi Bersama PBB-OPCW (JIM), yang diajukan ke Dewan Keamanan PBB, ia mengatakan “kami tidak bisa menganggap bahwa penyelidikan atas insiden Khan Shaykhun telah selesai.

Baca: Rusia: Laporan OPCW Soal Khan Sheikhoun Seperti Dokumen Amatir

“Anggota (JIM)perlu mengunjungi lokasi tersebut untuk melaksanakan semua kegiatan investigasi yang diperlukan, dan juga mengumpulkan sampel di pangkalan udara Shayrat, di mana pesawat yang membawa bom sarin diyakini lepas landas. Oleh karena itu, rancangan [resolusi ] ini, berisi petunjuk mengenai koneksi tersembut, “tambahnya.

“Rancangan resolusi Dewan Keamanan PBB yang diusulkan AS tidak dapat diterima, Rusia tidak akan mendukungnya,” kata Ulyanov lebih lanjut.

Baca: Rusia Tuntut OPCW Jelaskan Mengapa White Helmets Tak Terluka Jika Benar ada Sarin di Khan Shaikhoun

“Washington ingin memberi ‘carte blanche’ kepada JIM dan Misi Pencarian Fakta OPCW untuk memastikan bahwa mereka bertindak atas pertimbangan dan kebijakan Amerika, serta tidak ada peraturan yang akan mengawasi aktivitas mereka,” katanya.

“Tidak mungkin (kami) sepakat dengan hal itu. Pendekatan ini mengarah pada kenyataan bahwa mekanisme tersebut, bukannya menjadi alat peradilan internasional, justru berubah menjadi alat untuk mencapai tujuan kebijakan luar negeri Amerika, dan itulah yang kita lihat sekarang. Oleh karena itu, tentu saja , kita tidak dapat mendukung rancangan resolusi Amerika, terlebih lagi karena rancangan tersebut juga mengusulkan untuk menyetujui semua tuduhan yang tidak berdasar terhadap Damaskus. “

Ulyanov juga menekankan bahwa para ahli dari Mekanisme Penyelidikan Bersama OPCW-PBB telah mengabaikan tugas pemberantasan teror.

“Ketika mandat itu diperpanjang pada bulan November 2016, Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa mencantumkan beberapa tugas yang harus dilaksanakan JIM diantaranya sejumlah ketentuan anti-terorisme,” terang Mikhail Ulyanov, direktur departemen pengawasan non-proliferasi dan persenjataan kementerian.

“JIM tampaknya telah mengabaikan tugas-tugas ini, dengan fokus pada teori penggunaan bom udara di Khan Sheikhun. Jadi, kami telah mengingatkan tentang tugas ini dan memasukkan beberapa ketentuan tambahan dalam rancangan resolusi tersebut,” jelasnya lebih lanjut. (ARN)

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: