Arab Saudi

TERUNGKAP! Bocoran Dokumen Buktikan Israel-Saudi Dibalik Mundurnya PM Lebanon

Rabu, 08 November 2017,

TEL AVIV, ARRAHMAHNEWS.COM – Awal pagi hari Selasa (07/11), berita Channel 10 Israel menerbitkan sebuah bocoran kabel diplomatik yang telah dikirim ke semua duta besar Israel di seluruh dunia mengenai kejadian kacau yang terjadi akhir pekan ini di Lebanon dan Arab Saudi, dimulai dengan pengunduran diri tak terduga dari Perdana Menteri Libanon Saad Hariri setelah ia dipanggil ke Riyadh oleh Saudi, dan kemudian dijadikan alasan yang membuat Saudi mengumumkan bahwa Lebanon telah “mengumumkan perang” melawan kerajaan tersebut.

Baca: Pengunduran Diri Hariri, Plot Baru Saudi-Zionis untuk Ciptakan Kekacauan di Timur Tengah

Laporan ZeroHedge menyatakan bahwa bocoran Kabel kedutaan itu, yang ditulis dalam bahasa Ibrani, merupakan bukti formal pertama yang membuktikan bahwa Saudi dan Israel dengan sengaja berkoordinasi untuk memanaskan situasi di Timur Tengah.

Dokumen berupa kabel diplomatik Israel itu berisi tentang hal-hal berikut:

  • Pada hari Minggu, tepat setelah pemberhentian mengejutkan PM Lebanon Hariri, Israel mengirim sebuah kabel ke semua kedutaan besarnya dengan permintaan agar para diplomatnya melakukan segala kemungkinan (segala upaya yang mereka bisa) untuk meningkatkan tekanan diplomatik terhadap Hizbullah dan Iran.
  • Kabel tersebut mendesak (agar dubes Israel membuat pemerintah negara setempat) memberi dukungan untuk perang Arab Saudi melawan Houthi di Yaman.
  • Kabel tersebut menekankan bahwa Iran terlibat dalam “subversi regional”.
  • Para diplomat Israel didesak untuk ‘membujuk’ “pejabat tertinggi” di negara tuan rumah mereka untuk berusaha mengusir Hizbullah dari pemerintah dan politik Lebanon.

Baca: Komentator Politik: Saudi Perintahkan Hariri Mundur untuk Kacaukan Libanon

Wartawan Israel yang mendapatkan dan membocorkan dokumen tersebut adalah Barak Ravid, koresponden diplomatik senior untuk Channel 10 News. Ravid mengumumkan hal berikut melalui Twitter kemarin:

  • Saya menerbitkan di saluran 10, sebuah kabel diplomatik yang dikirim ke diplomat-diplomat Israel yang meminta lobi untuk Saudi / Hariri dan melawan Hizbullah. Kabel yang dikirim dari MFA di Yerusalem [Kementerian Luar Negeri Israel] ke semua kedutaan Israel itu berada di jalur Saudi mengenai pemberitaan Hariri.
  • Para diplomat Israel diinstruksikan untuk ‘menghasut’ pemerintahan tuan rumah mereka atas situasi politik domestik di Lebanon.
  • Kabel tersebut mengatakan: “Kalian perlu menekankan bahwa pengunduran diri Hariri menunjukkan betapa berbahayanya Iran dan Hizbullah untuk keamanan Lebanon.”
  • Kabel tersebut juga menginstruksikan para diplomat Israel untuk mendukung Arab Saudi dalam perangnya dengan Houthi di Yaman, dengan menekankan isu serangan rudal Houthi ke Riyadh. Israel meminta para dubesnya mendengungkan isu “Peluncuran rudal oleh Houthi terhadap Riyadh menuntut penerapan lebih banyak tekanan pada Iran & Hizbullah.”

Dengan demikian, karena banyak hal yang semakin memanas di Timur Tengah, aliansi Saudi dan Israel tampaknya telah menempatkan Lebanon di balik perang Israel-Hizbullah lainnya. Menyedihkannya, Agresi Saudi di Yaman juga akan terus ditingkatkan, mungkin sekarang dengan dukungan politik Israel yang semakin terbuka. Menurut komentar Channel 10 (terjemahan), “Di dalam kabel, duta besar Israel juga diminta untuk menyampaikan pesan dukungan yang tidak biasa kepada Arab Saudi sehubungan dengan perang dimana mereka terlibat di Yaman.”

Baca: Abdel Bari Atwan: Pengunduran Diri Hariri Plot AS-Saudi

Semua ini terjadi, mungkin tidak secara kebetulan, pada saat ISIS hampir mengalami kehancuran total (sebagian berada di tangan Hizbullah), dan saat Israel serta Arab Saudi belakangan semakin memperlihatkan kegelisahan mengenai meningkatnya pupolaritas Iran di seluruh kawasan serta penerimaan dan popularitas Hizbullah yang luas di Lebanon.

Apa yang ditakuti Israel dan Saudi adalah kenyataan bahwa perang Suriah telah memperkuat Hizbullah, dan bukan melemahkannya. Dan sekarang kita memiliki bukti internal bahwa Israel secara diam-diam menjalin kerjasama yang tidak biasa dengan Arab Saudi melalui pangeran mahkota yang haus kekuasaan, Mohammed bin Salman. (ARN)

Sumber: ZeroHedge

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: