PBB Harus Ambil Tindakan Terhadap AS, Inggris dan Arab Saudi atas Korban Sipil di Yaman

Kamis, 9 November 2017

ARRAHMAHNEWS.COM, YAMAN – Berita palsu pertama: Amerika Serikat dan Arab Saudi memuji diri mereka sendiri karena menghindari korban sipil di Yaman.

Mereka mengklaim bahwa Pendukung Koalisi di Yaman melakukan semua yang dapat dilakukan untuk menghindari penyalahgunaan warga sipil dan anak-anak, mengulangi komitmen mereka terhadap hukum humaniter internasional dalam operasi militer, lagi-lagi ini berita palsu.

Mereka selanjutnya mengecam PBB karena menggunakan apa yang mereka sebut “sumber yang tidak dapat dipercaya yang setia kepada Houthi” (gerakan perlawanan Ansarullah) untuk menulis laporan melawan Arab Saudi.

Ini terjadi di tengah laporan bahwa serangan udara yang dipimpin oleh Saudi meningkat drastis, dengan menargetkan perumahan penduduk, pasar, masjid dan sekolah serta fasilitas umum. Sebenarnya, serangan udara Saudi telah membunuh ribuan warga sipil secara reguler sejak awal 2015. Ini telah memicu kritik internasional terhadap kejahatan perang Saudi, dan pemerintah AS dan Inggris atas penjualan senjata kepada Saudi yang menggunakannya dengan ceroboh atau sembarangan.

Sementara upaya PBB untuk mengakhiri perang ilegal telah gagal, namun ada kampanye yang berkembang di Eropa dan tempat lain untuk menghentikan penjualan senjata. Secara historis, pejabat Saudi telah membeli banyak pengaruh baik di AS maupun Inggris.

Di antara hal yang lucu, Arab Saudi menuduh Iran (dan Lebanon dalam hal ini) berada dibalik serangan rudal Yaman ke ibukota Riyadh, tanpa mengajukan bukti-bukti. Saudi mengklaim Iran menyediakan rudal untuk Houthi, sementara Yaman menyatakan bahwa rudal tersebut adalah rancangan dalam negeri, dan Kementerian Pertahanan Yaman mengkonfirmasikan sendiri penembakan tersebut.

Namun, satu tuduhan dari Saudi cukup bagi Duta Besar AS, Nikki Haley untuk datang ke PBB pada hari Selasa, 7 November, untuk menuntut tindakan internasional terhadap Iran, mengklaim bahwa rudal yang menargetkan Bandara Internasional King Khalid di Riyadh pada hari Sabtu “mungkin berasal dari Iran”, dan itu akan menjadi pelanggaran terhadap resolusi Dewan Keamanan PBB. Tebak apa?

Sebaliknya, dukungan AS, Inggris dan sekutu regional, telah membuat Arab Saudi menyerang Yaman, negara termiskin di dunia Arab. Dengan membunuh ribuan warga sipil, Arab Saudi juga telah melakukan kejahatan perang; sebuah tuduhan yang dipimpin oleh PBB dan banyak organisasi hak asasi manusia.

Oleh karena itu, dan di bawah Piagam PBB, badan dunia diharapkan mengambil tindakan terhadap Arab Saudi dan sekutu-sekutunya, bukan Iran, karena tuduhan Saudi secara transparan tidak benar dan tidak berdasar. Dengan memilih pertengkaran dengan Iran, koalisi pimpinan Saudi tidak bisa menyapu kejahatan perang mereka di bawah karpet. Juga dengan menggunakan rudal yang diluncurkan dari Yaman pada minggu ini, sebagai dalih untuk mengancam perang dengan Iran atau dengan mengintensifkan perang brutal dan blokade ilegal pelabuhan, tidak dapat menghilangkan tanggung jawab atas tindakan mereka.

Namun PBB dan negara-negara anggota masih menghindari pemungutan suara mengenai sebuah resolusi yang akan memberi tekanan pada Arab Saudi untuk mengakhiri perang, apalagi mengutuk keterlibatan AS-Inggris dalam konflik tersebut. Arab Saudi sangat bergantung pada militer AS untuk berbagi intelijen, melakukan pengisian ulang bahan bakar untuk pesawat tempur koalisi, dan pengalihan bom cluster buatan Amerika, roket, dan amunisi lainnya yang digunakan untuk melawan sasaran sipil di Yaman.

PBB, bagaimanapun, tidak pernah memberi wewenang untuk mendukung perang tersebut, yang telah menyebabkan lebih dari 15.000 kematian warga sipil, dan meningkat dalam beberapa bulan terakhir ke dalam salah satu krisis kemanusiaan terburuk abad ini. Selama lebih dari dua tahun, Arab Saudi telah memberlakukan blokade laut dan udara di sekitar Yaman. Kini, lebih dari 7 juta orang Yaman menghadapi kelaparan dan ribuan anak-anak menderita kolera. Pesawat tempur koalisi telah berulang kali menyerang pasar tradisional, rumah sakit, pembangkit listrik, dan target sipil lainnya.

Berita sebenarnya adalah agar masyarakat sipil internasional menunjukkan ketertarikan terhadap masalah ini. PBB dapat melakukannya dengan memaksakan sebuah debat di Majelis Umum dan sebuah resolusi yang mengikat berdasarkan catatan selama perang. Berdasarkan Hukum Internasional, PBB harus memenuhi tanggung jawab internasional untuk mengakhiri perang. Kepada rakyat Yaman, inilah cara PBB untuk melakukan pekerjaannya. Badan dunia harus menegakkan Piagamnya sendiri yang melindungi perdamaian dan stabilitas internasional. [ARN]

About Arrahmahnews 26674 Articles
Media Aktual, Tajam dan Terpercaya

Be the first to comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.