Tuduh Iran Pasok Rudal ke Yaman, Sementara Mereka Jual Senjata ke Arab Saudi

Kamis, 9 November 2017

ARRAHMAHNEWS.COM, PARIS –¬†Perancis mengatakan bahwa pihaknya menganggap serius tuduhan AS, bahwa Iran memberikan rudal kepada pejuang Yaman, di tengah dukungan senjata intensif Washington untuk Riyadh, yang melakukan lebih dari dua tahun kampanye militer mematikan melawan tetangganya yang miskin di selatan.

“Kami menanggapi tuduhan Amerika ini dengan serius dan sangat mementingkan kepatuhan Iran terhadap semua kewajiban internasionalnya, termasuk larangan transfer senjata yang diatur dalam Resolusi 2216 dan 2231, Dewan Keamanan PBB,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Prancis Alexandre Georgini kepada wartawan briefing pada hari Rabu.

Ucapan tersebut disampaikan sehari setelah Duta Besar AS untuk PBB Nikki Haley, yang menuduh Iran memasok pejuang Houthi Ansarullah Yaman dengan rudal yang ditembakkan ke Arab Saudi pada bulan Juli. Dia menambahkan bahwa sebuah rudal yang ditembak jatuh di Arab Saudi pada hari Sabtu “mungkin juga berasal dari Iran.”

Pejabat senior Iran telah membantah tuduhan tanpa dasar itu, dan balik mempertanyakan penjualan senjata terlarang oleh AS, Inggris dan Perancis kepada Arab Saudi, terlebih senjata-senjata itu terbukti digunakan pada sasaran sipil.

Komandan Pasukan Pengawal Revolusi Islam Iran (IRGC) Mayor Jenderal Mohammad Ali Jafari mengatakan bahwa Iran tidak memiliki cara atau jalan untuk memindahkan rudal ke Yaman, karena blokade laut, udara dan darat yang diberlakukan Saudi di Yaman. Ia juga menegaskan bahwa rudal yang digunakan oleh pasukan Yaman termasuk buatan dalam negeri mereka dan mereka hanya meningkatkan jangkauannya.

Sementara itu, Menteri Pertahanan Iran Brigadir Jenderal Amir Hatami juga menolak laporan tentang keterlibatan Iran dalam serangan rudal pada hari Sabtu di sebuah bandara Saudi.

Pemasok senjata utama Saudi di tengah agresi Yaman

Tuduhan pasokan rudal ke pasukan Yaman terlalu dipaksakan, sementara koalisi pimpinan Saudi sendiri mengatakan telah memblokade Yaman sepenuhnya, sehingga tidak mungkin melakukan transfer barang apapun, baik itu bantuan kemanusiaan atau pasokan senjata.

Selain itu, dukungan Prancis untuk Amerika Serikat, eksportir senjata nomor satu di dunia, mengejutkan karena negara Eropa, di samping AS dan Inggris, telah menjadi salah satu pemasok utama senjata ke Arab Saudi.

Menurut Kontrol Senjata, Perancis termasuk eksportir senjata keempat di dunia, memberikan lisensi senjata senilai $ 18 miliar ke Arab Saudi pada tahun 2015 – saat Saudi meluncurkan kampanye militernya melawan Yaman – diikuti oleh Amerika Serikat sebesar $ 5,9 miliar dan Inggris $ 4 milyar.

Arab Saudi adalah tujuan utama penjualan senjata AS, menurut Dewan Hubungan Luar Negeri. Kembali di bulan Maret, Amerika Serikat menyetujui dimulainya kembali penjualan 300 juta rudal pintar buatan Amerika Serikat senilai $ 300 juta ke Arab Saudi.

Bulan lalu, Departemen Luar Negeri AS juga menyetujui kemungkinan penjualan sistem anti-rudal ke Arab Saudi dengan perkiraan biaya sebesar $ 15 miliar, kata Pentagon.

Persetujuan tersebut membuka jalan bagi Arab Saudi untuk membeli 44 peluncur Defense High Altitude Area Defense (THAAD) dan 360 rudal, serta stasiun kontrol dan radar. [ARN]

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: