News Ticker

Barat Pasok Bahan dan Teknologi Nuklir ke Israel

Sabtu, 11 November 2017

ARRAHMAHNEWS.COM, NEW YORK – Duta Besar Suriah untuk PBB mengecam Barat karena memasok bahan dan teknologi nuklir kepada Israel, dan menyebut kemampuan nuklir Zionis tersebut sebagai ancaman bagi keamanan Timur Tengah.

Dalam sidang Majelis Umum PBB pada hari Jumat, Bashar al-Jaafari menegaskan bahwa Barat memungkinkan Israel untuk memiliki senjata nuklir dengan memasok rezim tersebut dengan bahan dan teknologi nuklir, termasuk kapal selam Jerman yang mampu meluncurkan rudal nuklir yang dikirim ke Israel secara gratis.

Jaafari menuduh Barat menutup mata terhadap senjata nuklir Israel yang menurutnya melanggar perjanjian nuklir internasional.

Diplomat Suriah berpendapat bahwa penolakan Israel untuk bekerja sama dengan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) membuktikan bahwa Tel Aviv terus mengembangkan kemampuan nuklir militernya tanpa adanya pengawasan internasional.

Israel diyakini sebagai satu-satunya pemilik persenjataan nuklir di Timur Tengah dengan lebih dari 200 hulu ledak nuklir.

Tel Aviv telah menolak seruan global untuk bergabung dengan Non-Proliferation Treaty (NPT) dan tidak mengizinkan inspektur internasional untuk memeriksa program nuklirnya yang kontroversial.

Kegiatan nuklir klandestin ramai dibicarakan saat kicauan Mordechai Vanunu, yang awalnya seorang teknisi di fasilitas nuklir Dimona, menyerahkan banyak bukti program nuklir Israel ke Sunday Times Inggris pada tahun 1986.

Hal ini diyakini bahwa situs Dimona adalah rumah bagi senjata nuklir Israel.

Rezim tersebut, yang telah menduduki dua pertiga Dataran Tinggi Golan Suriah sejak 1967, secara teratur menyerang posisi tentara Suriah di Dataran Tinggi Golan. Suriah mengatakan bahwa razia tersebut bertujuan untuk meningkatkan kelompok militan Takfiri yang berperang melawan pasukan pemerintah Suriah.

Awal bulan ini, Suriah meminta PBB untuk segera melakukan tindakan terhadap Israel setelah melakukan serangan udara di sebuah pabrik tembaga di kota Hassia di provinsi Homs.

Dalam beberapa kesempatan, tentara Suriah telah menyita senjata buatan Israel dan peralatan militer dari militan yang memerangi pasukan Damaskus. Israel juga telah memberikan perawatan medis kepada militan ekstremis yang terluka di Suriah. [ARN]

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: