Gempa di Perbatasan Irak-Iran Tewaskan 211 Orang

Senin, 13 November 2017

ARRAHMAHNEWS.COM, KERMANSYAH – Gempa berkekuatan 7,3 skala richter telah melanda wilayah perbatasan antara Iran dan Irak, menewaskan sedikitnya 211 orang, yang hampir semuanya di Iran.

Gempa yang terjadi sekitar pukul 09.19 waktu setempat pada hari Minggu (0010 GMT pada hari Senin), berada 32 kilometer selatan kota Halabja, di Kurdistan Irak, dan tepat di seberang perbatasan Iran, menurut Survei Geologi Amerika Serikat (USGS).

Namun korban tertinggi terjadi di kota Sarpol-e Zahab, di Propinsi Kermanshah, Iran.

Organisasi Medis Kermanshah telah mengkonfirmasi bahwa mereka telah menerima 207 mayat sampai dengan Senin pagi. Menurut Badan Penanggulangan Bencana Nasional Iran, sebanyak 1.700 orang mengalami luka-luka.

Badan tersebut mengatakan bahwa listrik padam di Provinsi Kermanshah. Sejumlah desa di Iran barat juga terkena dampak dengan adanya kehancuran di beberapa bangunan.

Segera setelah gempa terjadi, Pemimpin Revolusi Islam Iran Ayatollah Seyyed Ali Khamenei mengeluarkan sebuah pesan yang meminta semua pejabat dan institusi pemerintah untuk “segera membantu orang-orang yang terkena dampak pada dini hari ini [setelah kejadian].”

 

Pemimpin Revolusi mengatakan bahwa seluruh kemampuan pemerintah harus segera salurkan dengan cepat untuk mencegah peningkatan korban tewas lebih lanjut.

Ayatollah Khamenei meminta Angkatan Bersenjata Iran untuk membantu menyingkirkan puing-puing dan memindahkan korban ke rumah sakit.

Secara terpisah, Presiden Iran Hassan Rouhani berbicara di telepon dengan Menteri Dalam Negeri, Abdolreza Rahmani-Fazli, pada hari Minggu malam, yang memberi tahu presiden tentang kabar terbaru. Presiden Rouhani kemudian mengeluarkan arahan penting untuk memfasilitasi dan mempercepat operasi penyelamatan.

Tiga hari berkabung telah diumumkan di Kermanshah

Gempa tersebut dirasakan di kota-kota di beberapa provinsi Iran lainnya, termasuk di ibukota, Teheran. Gempa tersebut juga mengguncang provinsi Kordestan, Ilam, Khuzestan, Hamedan, Azarbaijan Barat, Azarbaijan Timur, Lorestan, Qazvin, Zanjan, dan Qom.

Gempa juga dirasakan di negara-negara regional lainnya, seperti Turki, Kuwait, Armenia, Yordania, Libanon, Arab Saudi, Qatar, dan Bahrain.

 

Namun korban dan kerusakan hanya terbatas pada Iran dan Irak. Laporan mengatakan empat orang telah tewas di Irak.

Di Irak, kerusakan paling luas terjadi di kota Darbandikhan, 75 kilometer sebelah timur kota Sulaymaniyah, di daerah semi-otonom Kurdistan.

Menurut Menteri Kesehatan Kurdi, Rekam Hama Rasheed, lebih dari 30 orang terluka di kota tersebut. “Kondisinya sangat kritis,” katanya. [ARN]

About ArrahmahNews (12177 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: