Israel Akan Terus Serang Suriah dan Abaikan Zona De-Eskalasi

Senin, 13 November 2017

ARRAHMAHNEWS.COM, TEL AVIV – Rezim Israel telah memberi isyarat bahwa Tel Aviv akan melanjutkan serangan militer di wilayah perbatasan Suriah untuk menggagalkan dugaan pelanggaran oleh pasukan sekutu Iran, termasuk gerakan perlawanan Hizbullah, bahkan dengan melanggar zona de-eskalasi yang ditetapkan oleh Rusia dan AS di barat daya negara itu.

Pada 7 Juli, Rusia, AS dan Yordania sepakat untuk mendukung sebuah gencatan senjata di bagian barat daya Suriah, dengan mendirikan zona de-eskalasi di provinsi Dara’a, Suwayda dan Quneitra, yang berbatasan dengan Dataran Tinggi Golan yang diduduki Israel. Gencatan senjata mulai berlaku dua hari kemudian dan terbukti sangat membantu dalam mengurangi pertempuran di wilayah yang ditentukan.

Israel mengatakan bahwa mereka menolak untuk mematuhi kesepakatan gencatan senjata pada 7 Juli itu. Kemudian di bulan tersebut, menteri urusan militer rezim Zionis, Avigdor Liberman, menegaskan bahwa “Israel sepenuhnya memiliki kebebasan bertindak, terlepas dari pemahaman atau perkembangan apapun” di wilayah tersebut.

Pada hari Sabtu, Presiden AS Donald Trump dan mitranya dari Rusia, Vladimir Putin, menegaskan upaya bersama untuk menstabilkan negara Suriah yang dilanda perang karena militansi yang didukung asing. Bagian dari upaya tersebut dikatakan sebagai perluasan gencatan senjata pada Juli di segitiga barat daya yang berbatasan dengan Israel dan Yordania.

Namun, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, dalam sambutannya di televisi yang membuka rapat kabinet mingguan, pada hari Minggu, tidak menjelaskan mengenai pengaturan baru Washington-Moskow untuk Suriah.

Selanjutnya, Menteri Kerjasama Regional Israel Tzachi Hanegbi mengatakan kepada wartawan setelah pertemuan bahwa kesepakatan gencatan senjata “tidak memenuhi permintaan Israel yang tegas bahwa tidak akan ada kekuatan Hizbullah atau Iran ke perbatasan Israel-Suriah di utara.”

Di tempat lain dalam komentarnya, menteri Israel mengatakan bahwa Tel Aviv telah “menetapkan garis merah” dan bahwa hal itu “tegas” terhadap mereka, yang menyinggung serangan militer Israel ke Suriah, yang diklaim sebagai tempat-tempat senjata Hizbullah atau sebagai pembalasan atas serangan yang diluncurkan dari Golan yang dikuasai Suriah.

Tel Aviv dalam beberapa kesempatan, menargetkan wilayah di Suriah, dan sering mengklaim bahwa mereka menyerang konvoi yang menuju pejuang Hizbullah. Dalam insiden terakhir, Israel mengumumkan pada hari Sabtu bahwa militernya, dengan menggunakan rudal Patriot, telah mencegat dan menembak jatuh sebuah pesawat tak berawak (UAV) yang konon dioperasikan oleh Angkatan Udara Suriah di Dataran Tinggi Golan, dan menambahkan bahwa mereka memeriksa apakah pesawat tersebut memiliki hubungan “dengan Iran atau Hizbullah.”

Pejuang Hizbullah telah membantu militer Suriah dalam pertempuran melawan Fateh al-Sham dan ISIS, dua kelompok teroris Takfiri terkemuka yang beroperasi di negara Timur Tengah. [ARN]

About ArrahmahNews (12216 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: