Saudi Minta Liga Arab adakan Pertemuan Luar Biasa

Senin, 13 November 2017,

RIYADH, ARRAHMAHNEWS.COM – Liga Arab akan mengadakan pertemuan luar biasa dengan para menteri luar negeri di Kairo minggu depan atas permintaan Arab Saudi di tengah ketegangan dengan Iran dan Qatar.

Menurut sebuah dokumen yang diperlihatkan kepada AFP oleh beberapa diplomat, Bahrain dan Uni Emirat Arab (UEA) mendukung permintaan Saudi, begitu juga Djibouti, ketua blok pan-Arab tersebut saat ini.

Baca: Presiden Iran: Zionis Israel Biang Kerok Krisis di Timur Tengah

Menurut memo tersebut, permintaan Saudi didasari insiden 4 November dimana kerajaan tersebut mengatakan sebuah rudal telah dicegat oleh pertahanan udara mereka di dekat Riyadh setelah diluncurkan dari Yaman.

AS dan Arab Saudi menuduh Teheran dan gerakan perlawanan Lebanon Hizbullah membantu Yaman melawan koalisi pimpinan Saudi yang telah mengebom negara Arab miskin itu sejak Maret 2015.

Teheran menolak tuduhan tanpa dasar tersebut, dengan Presiden Hassan Rouhani memperingatkan bahwa Iran akan menangkis tantangan apapun.

Dalam permintaannya untuk pertemuan para menteri luar negeri Arab, Arab Saudi juga mengecam apa yang digambarkannya sebagai “sabotase” atas sebuah kebakaran pipa minyak di Bahrain pada hari Jum’at yang untuk sementara menghentikan pasokan minyak dari wilayahnya.

Baca: Perusahaan Minyak Aramco Kembali Diserang Rudal-Rudal Yaman

Iran telah menolak tuduhan Bahrain yang menghubungkan Republik Islam tersebut dengan jaringan pipa minyak di dekat ibu kota, Manama.

Pada hari Minggu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Bahram Qassemi dengan keras menolak tuduhan tersebut sebagai “delusional.”

Rencana pertemuan Liga Arab yang luar biasa itu terjadi ditengah tuduhan kepada Riyadh di balik pengunduran diri terakhir Perdana Menteri Libanon Saad Hariri, melalui sebuah pidato di televisi dari Riyadh.

Arab Saudi juga berada dalam perselisihan dengan Qatar. Pada bulan Juni, Arab Saudi, Mesir, Bahrain, dan UEA memberlakukan embargo perdagangan dan diplomatik ke Qatar, menuduh Doha mendukung terorisme, sebuah tuduhan yang ditolak keras oleh Doha.

Baca: EKSLUSIF! Bocoran Email Ungkap Kemunafikan Besar dalam Krisis Qatar

Liga Arab juga menangguhkan keanggotaan Suriah pada bulan November 2011, dengan alasan tindakan keras yang dilakukan oleh Damaskus pada demonstrasi oposisi. Suriah mengecam tindakan tersebut sebagai “ilegal dan melanggar piagam organisasi.” (ARN)

About ArrahmahNews (12216 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: