Saudi Tak Hanya Bunuh Orang Yaman dengan Bom Tapi Juga Kelaparan & Penyakit

Senin, 13 November 2017

ARRAHMAHNEWS.COM, YAMAN – Blokade bantuan pangan dan pasokan pangan yang diberlakukan  oleh Arab Saudi terhadap Yaman, akan menyebabkan negara tersebut mengalami “bencana kelaparan terbesar yang belum pernah dialami dunia selama beberapa dekade ini,” menurut sekjen PBB untuk urusan kemanusiaan dalam sebuah pernyataan pada hari Rabu, dan memperingatkan jutaan kematian jika embargo terus diberlakukan.

Pada hari Senin, Arab Saudi mengumumkan bahwa pihaknya menutup semua pelabuhan di Yaman, gerbang yang melaluinya sekitar 70 persen penduduk Yaman menerima makanan, bantuan medis dan pasokan lainnya.

Blokade yang dipimpin oleh Saudi adalah hasil dari serangan rudal ke ibukota Riyadh, sebagai balasan atas serangan-serangan brutal koalisi pimpinan Saudi. Rudal tersebut diklaim telah dicegat, namun para pemimpin Saudi menganggap serangan tersebut sebagai tindakan perang oleh Iran, yang mereka klaim memasok senjata kepada gerakan Houthi Ansarullah.

Kehidupan jutaan warga sipil Yaman terancam

“Komoditas makanan meningkat berkali-kali lipat, bahan bakar hilang dari pasar dan harga yang tersisa sangat tinggi,” menurut aktivis hak asasi manusia Yaman Baraa Shaiban, yang dikutip oleh Los Angeles Times.

Menurut Mark Lowcock, sekretaris jenderal PBB untuk urusan kemanusiaan, kelanjutan blokade tersebut akan menyebabkan kerusakan dan hilangnya nyawa yang belum pernah terjadi sebelumnya. “Ini tidak akan seperti kelaparan yang kita lihat di Sudan Selatan pada awal tahun, di mana puluhan ribu orang terkena dampak. Ini tidak akan seperti kelaparan yang menelan korban 250.000 orang di Somalia pada tahun 2011.”

Pada hari Rabu, ada laporan bahwa Arab Saudi mengizinkan aktivitas terbatas di pelabuhan selatan Aden, namun masih belum jelas apakah kapal yang mengangkut persediaan dan makanan telah bisa bersandar di dermaga.

Palang Merah mengumumkan pada hari Selasa bahwa blokade tersebut mencegah pengiriman tablet klorin yang diperlukan untuk mencegah kolera, dan mungkin tidak dapat mengirimkan 50.000 botol insulin.

Arab Saudi “membunuh orang-orang Yaman tidak hanya dengan bom cluster, tapi dengan kelaparan dan penyakit,” menurut Nasser Arrabyee, seorang jurnalis yang berbasis di Sana’a, dalam sebuah wawancara telepon yang dikutip oleh Los Angeles Times.

“Ini masalah hidup dan mati bagi orang-orang Yaman,” kata Arrabyee.

Dalam suratnya, Saudi mengklaim bahwa Iran pada akhirnya bertanggung jawab atas rudal yang diluncurkan oleh Houthi Ansarullah. Sebuah langkah yang akan membuat AS bertanggung jawab atas setiap kematian di Timur Tengah disebabkan oleh senjata atau rudal yang dibeli Saudi dari Pentagon.

“Peran Iran yang terus berlanjut dalam menyelundupkan senjata ke Houthi adalah tanda yang jelas dari ketidakpeduliannya terhadap kewajiban internasional,” menurut monarki Saudi. Sementara, pemerintah Iran berkali-kali telah membantah tuduhan Saudi yang tak berdasar itu, dengan mempertanyakan bukankah selama ini koalisi Arab Saudi memberlakukan blokade udara, laut dan darat di Yaman, lalu bagaimana Iran bisa mentransfer senjata ke pejuang Houthi?

Blokade tersebut muncul setelah penangkapan pangeran dan pejabat Saudi, dan pengunduran diri PM Libanon Saad Hariri, dalam upaya untuk melemahkan kelompok Hizbullah yang didukung Iran, organisasi politik utama di Libanon. [ARN]

Sumber: Sputnik.

About ArrahmahNews (12216 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

1 Trackback / Pingback

  1. MENGERIKAN! Stok Gandum dan Beras di Yaman Akan Habis dalam 100 Hari – ArrahmahNews

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: