Sheikh Tamim: Koalisi Saudi Tak Ingin Temukan Solusi untuk Krisis Qatar

Selasa, 14 November 2017

DOHA, ARRAHMAHNEWS.COM – Emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani, mengatakan bahwa blok negara-negara yang dipimpin Saudi yang telah membawa negaranya dalam embargo skala penuh, tidak tertarik untuk menemukan solusi atas krisis diplomatik Teluk Persia, menekankan bahwa Doha terbuka untuk “dialog berdasarkan rasa saling menghormati.”

“Kami mengekspresikan kesiapan kami untuk kompromi dalam kerangka dialog yang didasarkan pada saling menghormati kedaulatan dan kewajiban bersama,” ujar Sheikh Tamim dihadapan anggota Konsultatif Dewan Shoura di Qatar, sebagaimana dikutip AP, Selasa (14/11).

Sheikh Tamim menambahkan “kami mengenali indikator yang berasal dari negara-negara pelaku blokade yang menunjukkan bahwa mereka tidak ingin mencapai solusi.”

Pada bulan Juni, Arab Saudi, Mesir, Bahrain, dan Uni Emirat Arab (UEA) memberlakukan embargo perdagangan dan diplomatik ke Qatar, menuduh Doha mendukung terorisme, sebuah tuduhan yang ditolak keras oleh negara tersebut.

Blok yang dipimpin Saudi tersebut kemudian mengajukan daftar tuntutan kepada Qatar, di antaranya memutuskan hubungan dengan Iran, dan memberikan ultimatum untuk mematuhi mereka atau menghadapi konsekuensi. Doha, bagaimanapun, menolak untuk memenuhi tuntutan tersebut dan mengatakan bahwa tuntutan itu dimaksudkan untuk memaksa negara tersebut menyerahkan kedaulatannya.

Emir Qatar itu mengatakan, “Negara-negara asing berulang kali menanyakan kepada para pemblokade tentang alasan di balik klaim mereka, tapi mereka tidak dapat memberi penjelasan apapun.”

Emir Qatar tersebut lebih jauh menekankan tekad negaranya untuk melawan tekanan, menambahkan, “Kami tidak takut pada pengepungan tersebut. Kami tidak membutuhkan negara-negara yang melakukannya. “

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada rakyat Qatar karena telah menolak blokade “yang kejam” itu dengan mengatakan bahwa rakyat mampu dan cukup sadar untuk berdiri di atas kaki mereka sendiri.

Tamim juga mengklaim bahwa keempat (negara pemblokade) mencoba mencegah negaranya untuk mengadakan Piala Dunia pada 2022, padahal negaranya telah dipilih untuk menyelenggarakan ajang bergengsi tersebut.

“Negara-negara yang memblokade telah berusaha untuk mencabut [hak] Qatar untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia dengan memberi tekanan dan mengedarkan kebohongan,” katanya.

Awal bulan ini, Intercept, sebuah situs investigasi yang berbasis di AS, melaporkan bahwa dokumen yang ditemukan di akun e-mail milik Yousef al-Otaiba, utusan UEA ke AS, telah menemukan adanya siasat Abu Dhabi untuk melakukan perang ekonomi terhadap Qatar

Dokumen menyebut bahwa nanti setelah Qatar berlutut, UEA akan memulai kampanye propaganda untuk menggambarkan Doha tidak mampu menyelenggarakan Piala Dunia.

 

About ArrahmahNews (12202 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: