Erdogan dan Emir Kuwait Bertemu di Tengah Perselisihan Negara-negara Arab

Rabu, 15 November 2017,

ARRAHMAHNEWS.COM, KUWAIT – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan telah mengadakan pembicaraan dengan Emir Kuwait di tengah konflik yang sedang berlangsung antara satu blok negara-negara Arab dengan Qatar.

Menurut kantor berita Kuwait, KUNA, Erdogan dan Sheikh Sabah al-Ahmad Al-Sabah membahas “perkembangan regional dan internasional” di Istana Bayan di kota Kuwait, pada hari Selasa (14/11/2017).

Baca: Sheikh Tamim: Koalisi Saudi Tak Ingin Temukan Solusi untuk Krisis Qatar

Kedua belah pihak juga membahas “sarana untuk meningkatkan kerja sama di segala bidang” antara kedua negara dan juga menandatangani kesepakatan investasi langsung. Selama kunjungan tersebut, kepala staf militer Turki dan Kuwait mengadakan pembicaraan mengenai “pengembangan dan penguatan” kerja sama militer,” kata laporan tersebut.

Setelah melakukan tur ke Kuwait, Erdogan dijadwalkan mengunjungi Doha pada hari Rabu. Kuwait dan Turki telah memimpin upaya mediasi antara Qatar dan empat negara Arab lainnya sejak perselisihan mereka meletus pada musim panas ini.

Pada hari Selasa, Emir Qatari Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani mengatakan blok yang dipimpin Saudi tidak tertarik untuk menemukan solusi atas krisis diplomatik Teluk Persia, dengan mengatakan bahwa negaranya “seribu kali lebih baik” tanpa mereka.

Baca: Presiden Iran: Zionis Israel Biang Kerok Krisis di Timur Tengah

Emir Qatar menegaskan kembali tekad negaranya untuk menyelesaikan masalah ini melalui jalan dialog. Qatar juga meluncurkan sebuah penyelidikan terhadap dugaan rencana untuk memanipulasi mata uangnya selama minggu pertama krisis diplomatik dengan empat negara Arab.

Doha mengatakan sebuah lembaga keuangan global yang tidak disebutkan namanya, yang sebagian dimiliki oleh investor Emirat, telah diperintahkan untuk menghentikan perdagangan dengan Qatar di seluruh Eropa dan Asia.

Berdasarkan rencana tersebut, UEA berusaha untuk menargetkan mata uang Qatar dengan “menggunakan manipulasi obligasi dan derivatif”. Plot tersebut diduga bertujuan untuk menyebabkan ekonomi Qatar runtuh, dan akhirnya menjadikan Doha tidak mampu menyelenggarakan Piala Dunia 2022. (ARN)

About ArrahmahNews (12171 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: