News Ticker

Bin Salman Peras para Koruptor untuk Imbalan Kebebasan

Jum’at, 17 November 2017,

RIYADH, ARRAHMAHNEWS.COM – Sebuah laporan baru mengatakan bahwa putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman, telah menawarkan kesepakatan kepada para pangeran dan pengusaha yang ditahannya untuk dilepaskan dengan syarat membayarkan sejumlah uang, karena kas kerajaan tersebut hampir habis.

Menurut sebuah laporan yang diterbitkan di The Financial Time pada hari Kamis (16/11), pihak berwenang Saudi menegosiasikan kesepakatan dengan mereka yang ditahan atas tuduhan korupsi itu di Hotel Ritz-Carlton di Riyadh.

Baca: Mohammed bin Salman Tiru Vladimir Putin?

Laporan yang mengutip orang-orang yang dekat dengan perundingan tersebut mengatakan bahwa beberapa tersangka sangat ingin mendapatkan pembebasan mereka dengan menandatangani aset tunai dan aset perusahaan.

“Mereka berhasil membuat kesepakatan dengan sebagian besar (tahanan) di Ritz,” kata seorang penasihat, menambahkan, “Berikan uangnya dan Anda akan pulang.”

Baca: MISTERI! 2 Hotel Mewah Alwaleed Mendadak Dijual di Libanon

Orang-orang yang memberi penjelasan singkat mengenai diskusi tersebut mengatakan bahwa seorang pengusaha multi-miliarder yang turut ditahan telah diberitahu untuk menyerahkan 70 persen kekayaannya kepada negara. Salah satu penasihatnya mengatakan bahwa ia memilih untuk membayar.

Kesepakatan dengan para bangsawan kerajaan itu kemungkinan juga mencakup janji kesetiaan kepada Putra Mahkota Mohammed bin Salman.

Seorang tahanan lain mengatakan kepada stafnya bahwa pihak berwenang mungkin ingin mengambil alih kepemilikan bisnis utamanya.

“Mereka mencari cara untuk mengisolasi pemegang saham utama dan mempertahankan bisnis,” kata penasihat tersebut.

Awal bulan ini, puluhan pangeran, menteri dan mantan menteri ditahan atas perintah Komite Anti-Korupsi Arab Saudi yang dipimpin oleh pangeran mahkota, dalam sebuah tindakan keras, yang diyakini secara luas bertujuan untuk mengkonsolidasikan kekuasaannya.

Baca: Bin Salman Tangkap Sejumlah Pangeran dan Menteri Dengan Tuduhan Korupsi

Tokoh-tokoh yang ditahan menghadapi tuduhan pencucian uang, penyuapan, memeras pejabat dan penyalahgunaan dana publik untuk keuntungan pribadi.

Pangeran al-Waleed bin Talal bin Abdulaziz, ketua perusahaan investasi Kingdom Holding Company, Nasser bin Aqeel al-Tayyar, pendiri Al Tayyar Travel Group, dan Amr al-Dabbagh, ketua pembangun Red Sea International, adalah diantara eksekutif bisnis teratas yang ditahan saatoperasi sapu bersih bin Salman.

Kesepakatan antara Bin Salman dan para koruptor tersebut terjadi pada saat rezim Riyadh bergulat dengan resesi yang dipicu oleh harga minyak yang berkepanjangan dan defisit anggaran sebesar 79 miliar dolar tahun lalu.

Baca: Alwaleed bin Talal Salah Satu Pangeran yang Ditangkap Bin Salman

Jaksa Agung Saudi mengatakan bahwa dia sedang menyelidiki tuduhan korupsi yang berjumlah sekurangnya 100 miliar dolar. Pemerintah ingin mengambil kembali setidaknya angka itu, meski targetnya bisa naik hingga 300 miliar dolar.

Gonjang-ganjing besar di Saudi ini terjadi saat Raja Saudi Salman berencana untuk menyerahkan kekuasaan kepada anaknya yang sedang mengejar kampanye promosi diri di bawah “penanganan korupsi tingkat tinggi” .

Para pakar percaya bahwa penargetan elit di Arab Saudi mewakili pergeseran dari peraturan keluarga ke gaya pemerintahan otoriter yang lebih berdasarkan pada kekuasaan satu orang saja.

Kerajaan saat ini sedang mengalami masa sulit dengan merosotnya harga minyak disaat rezim Al Saud juga menghadapi kritik atas operasi militernya yang mematikan melawan negara tetangga mereka, Yaman, yang diluncurkan sejak bulan Maret 2015.

Banyak juga yang melihat kebijakan luar negeri Riyadh sebagai penyebab utama krisis yang terjadi di kawasan ini, terutama di Suriah dan Irak. (ARN)

About ArrahmahNews (12493 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

1 Comment on Bin Salman Peras para Koruptor untuk Imbalan Kebebasan

  1. Sesuai dugaan saya

1 Trackback / Pingback

  1. Arab Saudi Tangkap Orang Terkaya Kedua di Kerajaan – ArrahmahNews

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: