Headline News

Israel Ajak Negara-negara Arab Kerjasama Lawan Iran

Minggu, 19 November 2017

ARRAHMAHNEWS.COM, TEL AVIV – Menteri Pertahanan Israel mengajak negara-negara Arab untuk membentuk aliansi melawan Iran.

Avigdor Lieberman menulis di halaman Facebook-nya pada hari Sabtu, bahwa wilayah Timur Tengah sekarang membutuhkan sebuah koalisi anti-Iran.

Dia juga memuji mantan Presiden Mesir Anwar Sadat sebagai “pemimpin pemberani yang berdiri melawan arus,” mendesak para pemimpin Arab mengikuti jejaknya untuk mengunjungi Yerusalem al-Quds dan menandatangani kesepakatan damai dengan Israel.

“40 tahun setelah kunjungan bersejarah Sadat ke Israel, saya memanggil para pemimpin di Timur Tengah untuk mengikuti jalan Presiden Sadat, datang ke Yerusalem (al-Quds) dan membuka sebuah babak baru, tidak hanya dalam hubungan Israel dengan dunia Arab, tapi untuk seluruh kawasan,” tulis Lieberman.

BacaPerang Israel-Hizbollah di Depan Mata.

Pada bulan November 1977, Sadat menjadi pemimpin Arab pertama yang mengunjungi wilayah-wilayah pendudukan, di mana dia bertemu dengan Perdana Menteri Israel Menachem Begin, dan berbicara di hadapan parlemen, yang dikenal sebagai Knesset, yang memicu kemarahan di dunia Muslim.

Pada bulan September 1978, kedua pejabat tersebut menandatangani Kesepakatan Camp David setelah dua belas hari perundingan rahasia. Pada bulan Maret 1979, Mesir dan Israel akhirnya mengakhiri sebuah perjanjian damai formal di Washington.

“Timur Tengah saat ini membutuhkan, lebih dari apa pun, sebuah koalisi negara moderat melawan Iran. Koalisi melawan ISIS [teroris] telah menyelesaikan pekerjaannya, setelah ISIS, Iran,” kata Lieberman.

Sementara, fakta dan berbagai bukti menunjukkan bahwa Zionis Israel berkolusi dengan kelompok teroris, seperti ISIS, Jabhat al-Nusra yang saat ini kalah dalam melawan tentara Suriah.

BacaSIMAK! Mengapa Zionis Israel Sangat Membenci Bashar al-Assad.

Dalam beberapa tahun terakhir, Israel telah sering menyerang sasaran militer di Suriah sebagai upaya untuk mendukung militan yang telah menderita kekalahan berat melawan pasukan pro-Damaskus.

Pada beberapa kesempatan, militer Suriah juga telah menyita senjata buatan Israel dan peralatan militer dari tangan militan. Israel juga telah memberikan perawatan medis ke elemen Takfiri yang cedera di Suriah.

Komentar Lieberman muncul dua hari setelah Kepala Staf Militer Israel Letnan Jenderal Gadi Eizenkot menyatakan kesiapan rezim tersebut “untuk bertukar pengalaman dengan negara-negara Arab moderat dan pertukaran intelijen untuk menghadapi Iran.”

BacaTERUNGKAP! Rencana Saudi Jual Palestina Dengan Imbalan Perang Melawan Iran.

Dalam sebuah wawancara dengan surat kabar online Elaf milik Saudi, Eizenkot mengklaim bahwa Iran adalah “ancaman terbesar bagi kawasan,” dan menegaskan bahwa Tel Aviv dan Riyadh sepenuhnya sepakat mengenai niat Iran.

Israel tidak memiliki hubungan diplomatik penuh dengan negara-negara Arab, kecuali dengan Mesir dan Yordania. Namun, laporan baru-baru ini menunjukkan hubungan Israel-Saudi sangat mesrah meskipun dilakukan secara tertutup.

Kembali pada bulan Juni, Lieberman meminta kesepakatan dengan negara-negara Arab, termasuk Arab Saudi, sebagai prasyarat untuk kesepakatan penyelesaian konflik yang telah berlangsung puluhan tahun dengan orang-orang Palestina. [ARN]

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: