News Ticker

Politisi dan Akademisi Inggris Peringatkan Meningkatnya Krisis Arab Saudi

Minggu, 19 November 2017

LONDON, ARRAHMAHNEWS.COM – Arab Saudi adalah negara yang tengah mengalami peningkatan krisis, akibat dari kontribusi kerajaan tersebut terhadap pertumpahan darah di Yaman, dan atas permusuhannya dengan Iran, meski kerajaan berusaha meyakinkan seluruh dunia bahwa liberalisme telah berkembang di dalam negeri itu. Kesimpulan ini didapat dalam pelaksanaan sebuah konferensi yang diselenggarakan di ibukota Inggris mengenai Arab Saudi.

Sementara Arab Saudi sedang sibuk dalam persoalan suksesi, Al-Jazeera melaporkan bahwa para politisi dan akademisi berkumpul di London pada hari Sabtu (18/11) dalam sebuah pertemuan untuk membahas persoalan mengenai kerajaan tersebut dengan tema, “Krisis di Arab Saudi: Perang, Suksesi dan Masa Depan”, yang dihadiri oleh sekitar 200 orang dan diselenggarakan oleh organisasi pemantau press non-profit, Middle East Monitor.

Paddy Ashdown, mantan pemimpin partai Liberal Demokrat Inggris yang pernah menjadi mediator dalam konflik Bosnia, memperingatkan bahwa sangat penting bagi negara-negara seperti Inggris dan AS untuk tidak berpihak dalam persaingan antara Arab Saudi dan Iran.

“Sekarang kita berada dalam situasi yang sangat berbahaya dimana jika sebuah perang pecah, ada kekuatan-kekuatan besar yang mendukung pihak yang berlawanan,” katanya, mengacu pada dukungan Rusia terhadap Iran dan dukungan Barat atas inisiatif yang dipimpin oleh Saudi, seperti koalisi mereka di Yaman.

Ia memperingatkan mengenai bahayanya sikap Barat yang hanya mendukung Arab Saudi, dimana hal ini akan membuat Rusia hanya akan mendukung Iran.

Ashdown juga menggambarkan penjualan senjata Inggris ke Riyadh untuk digunakan dalam perang di Yaman dan “dukungan diam-diam” Inggris untuk Saudi sebagai sesuatu yang “memalukan”.

“Sungguh memalukan bahwa Inggris memasok senjata dan dukungan diam-diam ke Arab Saudi saat kerajaan itu benar-benar melanggar hukum internasional dalam serangan tanpa pandang bulu terhadap warga sipil di Yaman,” katanya. (ARN)

About ArrahmahNews (12487 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: