News Ticker

Serangan Udara Saudi Tewaskan 6 anak, 3 wanita di Provinsi Jawf, Yaman

Senin, 20 November 2017,

ARRAHMAHNEWS.COM, YAMAN – Sedikitnya delapan anak-anak dan tiga wanita tewas setelah jet tempur Saudi menargetkan area perumahan di provinsi utara Jawf, saat rezim Riyadh mengintensifkan pemboman kejam terhadap Yaman.

Insiden tragis tersebut terjadi pada hari Minggu siang, ketika pesawat tempur Saudi menargetkan sebuah rumah di lingkungan Hijeh di distrik al-Maslub, jaringan televisi al-Masirah melaporkan, dan menambahkan bahwa anak-anak dan perempuan termasuk dalam satu keluarga tewas dalam serangan itu.

Baca: MSF: Blokade Saudi atas Yaman Lumpuhkan Bantuan Kemanusiaan dan Medis

Agresi udara terjadi hanya dua hari setelah mesin perang Saudi membunuh sekitar 17 orang setelah menyerang sebuah lingkungan komersial di barat laut provinsi hajjah. Sebelumnya pada hari Jumat, enam warga sipil lainnya tewas dan delapan lainnya luka-luka ketika sebuah serangan udara Saudi menargetkan sebuah bus yang membawa penumpang di sepanjang jalan pesisir barat al-Hudaydah.

Arab Saudi secara terus-menerus membombardir Yaman sejak Maret 2015 dalam upaya untuk menghancurkan gerakan Houthi Ansarullah yang populer dan mengembalikan kekuasaan mantan presiden Abd Rabbuh Mansur Hadi, sekutu setia Riyadh.

Angka terbaru menunjukkan bahwa perang sejauh ini telah membunuh lebih dari 12.000 orang Yaman dan melukai ribuan lainnya. 2.100 orang lainnya meninggal karena kolera sejak April karena rumah sakit berjuang untuk mendapatkan pasokan dasar di seluruh negeri.

Baca: NGERI! Kondisi Korban Hangus Pasca Bombardir Saudi di Sebuah Toko Warga Yaman

Riyadh telah memberlakukan blokade ketat di hampir semua pelabuhan laut, darat dan udara Yaman, yang mendorong kelompok amal dan hak asasi manusia untuk meningkatkan alarm mengenai situasi yang memburuk di negara ini, karena orang-orang, terutama anak-anak, semakin menderita akibat kekurangan makanan dan obat-obatan.

Pada hari Kamis, tiga dari badan PBB, Program Pangan Dunia, UNICEF dan Organisasi Kesehatan Dunia, dalam sebuah pernyataan membuat permohonan baru untuk mesin perang Saudi untuk segera mengakhiri blokadenya di negara miskin tersebut, dengan memperingatkan bahwa tanpa pengiriman bantuan “tak terhitung ribuan korban tak berdosa yang akan mati, terutama anak-anak.”

Mereka lebih jauh memperingatkan bahkan jika blokade itu hanya sebagian dihapus, 3,2 juta orang tambahan akan terdesak kelaparan. Tiga dari badan PBB tersebut juga mengatakan bahwa satu juta anak berisiko mengalami wabah difteri yang tumbuh dengan cepat.

Baca: Sekjen PBB Sebut Agresi Saudi di Yaman Sebagai Tindakan ‘Bodoh’

Negara-negara Arab tertentu, termasuk Uni Emirat Arab dan Bahrain, merupakan mitra kunci bagi kampanye yang dipimpin oleh pemerintah Saudi, yang tidak memiliki mandat internasional dan menghadapi kritik yang terus meningkat dari kelompok hak asasi manusia. (ARN)

About ArrahmahNews (12493 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: