News Ticker

Kisah Hidup Mantan Budak Seks ISIS ‘Nadia Murad’ yang Fenomenal

Selasa, 21 November 2017,

ARRAHMAHNEWS.COM, IRAK – Mantan budak seks ISIS Nadia Murad mengejutkan dunia bulan ini mengeluarkan bukunya dengan judul ‘The Last Girl: My Story of Captivity, and My Fight Against the Islamic State’, yang menggambarkan penderitaannya di tangan para teroris. Berbicara kepada Sputnik, aktivis Yazidi Hussein al-Hansuri mengatakan bahwa sayangnya perdagangan perempuan oleh ISIS belum dihapus.

Baca: Mantan Budak Seks: Gadis-gadis Rambut Pirang Mata Biru Paling Diminati ISIS

Dalam bukunya, Murad menyajikan kisah tentang hidupnya, pada tahun 2014, ketika gerilyawan ISIS merebut desanya, mimpinya dan keluarganya hancur selamanya. Dia dibawa ke Mosul dan dipaksa untuk melayani ISIS, sebelum akhirnya diselundupkan ke tempat yang aman oleh salah satu keluarga Irak.

Kisah Murad yang mengerikan telah mendapat perhatian dan penghargaan media secara luas. Namun, dia tidak sendiri, ada sekitar 7.000 wanita dan anak perempuan Yazidi lainnya yang dibawa ke penangkaran ISIS dan dijual dalam perdagangan budak seks.

Berbicara kepada Sputnik Arabic, aktivis hak asasi Yazidi Irak Hussein al-Hansuri mengatakan bahwa sayangnya, walaupun pasukan Irak hampir membebaskan negara mereka dari para teroris, ISIS terus menjual wanita Yazidi, dengan harga berkisar antara sepuluh sampai dua puluh ribu dolar. Di Suriah Gadis muda dan remaja berusia antara 11 dan 20 tahun dibanrol dengan harga tertinggi.

Baca: Wanita Mata-mata Rusia Kacaukan Jajaran ISIS di Irak

Yazidis sangat berharga di pasar dagang ISIS, menurut al-Hansuri, karena ciri khas etnis mereka, termasuk rambut pirang, mata hijau atau biru dan jarang ada di dunia Arab.

Aktivis tersebut menambahkan bahwa sebuah jaringan khusus telah dibentuk untuk membantu pencarian dan membebaskan orang-orang dari perdagangan budak ISIS. Agen membantu ‘membeli’ gadis-gadis dan wanita muda dari penawanan, setelah itu mereka dibawa ke Kurdistan, di mana keluarga mereka dapat membawa mereka pulang.

Baca: Yazidi: Eropa dan AS Tidak Melakukan Apa-apa untuk Menyelamatkan Kami

Hussein Qaidi dari Center to Assist Kidnapped Yazidis mengatakan kepada Sputnik bahwa sejak kantornya dibuka pada tahun 2014 sampai sekarang, 3.178 Yazidis dari seluruh Irak dan Suriah dibebaskan dari perbudakan, 1.128 di antaranya perempuan dan anak perempuan. Menurut kantor tersebut, lebih dari seribu orang masih berada dalam penahanan teroris. (ARN)

Sumber: Sputnik

About ArrahmahNews (12487 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: